Lumbung Berita
NEWS TICKER

Candi Baru di Sukoreno Prigen Mulai Diekskavasi

Selasa, 15 November 2022 | 3:34 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Temuan candi baru di Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan mendapat respon dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim.

Mulai hari ini (15/11/2022) hingga 5 hari kedepan, BPCB Jatim menurunkan Tim Ekskavasi. Tujuannya untuk identifikasi bangunan tersebut.

Ketua Tim Ekskavasi, Vidi Susanto mengatakan, penggalian ini bertujuan mendapatkan data detail terkait keseluruhan bangunan candi.

“Kami masih melihat seperti apa denah awalnya, apa saja yang ditemukan, rangkaian nya apa saja. Itu nanti menjadi hipotesis awal kita untuk mengetahui sebenarnya bangunan apa sih ini,” terangnya.

Sejatinya, sambungnya, candi itu pernah didata oleh Belanda pada tahun 1923 dan diberi nama Punden Candi. Dalam keterangannya tertulis sebagi kumpulan batu-batu candi di sebuah makam desa di Desa Kesiman.

“Dalam catatan, disebutkan Kesiman dulu adalah sebuah desa. Kalau sekarang, Kesiman itu dusun,” terang Arkeolog tersebut.

Kemudian pendataan berlanjut pada tahun 2016 dengan memasukkan candi tersebut ke dalam zonasi potensi cagar budaya di Penanggungan. Zonasi ini bahkan dikuatkan dengan SK Gubernur Jatim.

Baca Juga : klik disini  Kapolri Berikan Kuliah Kebangsaan di Hadapan Ribuan Mahasiswa UMM

“Tahun 2016, saat ada pendataan terkait dengan potensi cagar budaya di Penanggungan, juga sudah kami lakukan zonasi. Baru kemudian tahun ini ada warga yang menemukan sampai bagian kaki (candi) nya,” jelasnya.

Sampai sejauh ini, Tim Ekskavasi berhasil mendapatkan beberapa informasi terkait candi tersebut. Seperti bagian candi yang berwujud Kinara-Kinari (makhluk surgawi berwujud setengah manusia setengah burung dalam mitologi Hindu dan Buddha).

“Selain itu, kami juga menemukan ada bongkahan batu bata, tapi kami tidak bisa memastikan, itu dulunya berfungsi sebagai apa. Jadi sementara, kami fokuskan kepada srruktur ini berbentuk seperti apa,” bebernya.

Meski sudah menemukan data awal, tapi pria berambut gondrong ini belum bisa memastikan candi tersebut dibangun pada era kerajaan siapa.

“Saya belum berani bilang ini dari era siapa. Karena prosesnya cukup panjang. Masih banyak yang perlu dibuktikan,” pungkasnya.

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA