Lumbung Berita
NEWS TICKER

Gelar Dialog, Budayawan Tulungagung Sepakat Bentuk FPK

Minggu, 25 September 2022 | 3:45 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

Tulungagung_Lumbung-berita.com
Dialog budaya di Lotus Garden Tulungagung, hari ini (25/9/2022), rupanya menjadi muara terbentuknya Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Kabupaten Tulungagung.

Acara yang dihadiri Ketua FPK Jatim, Ki Bagong Sabdo Sinukarto, Wakil Ketua FPK Jatim, Dian Agung Anggraeni, serta beberapa seniman Jawa Timur itu terlihat gayeng dengan tanya jawab terkait Obyek Pemajuan Budaya.

Kehadiran FPK disambut baik oleh seniman Tulungagung. Salah satu seniman, Wawan Susetya, menilai FPK memang perlu berdiri di kota penghasil marmer tersebut.

Ia menyebut FPK bisa menjadi katalisator kebudayaan, mengingat Kabupaten Tulungagung terkenal dengan semboyan Ingandaya (Industri Pangan dan Budaya).

“FPK bisa menjadi sarana bangkitnya Kebudayaan di Tulungagung sesuai dengan semboyan Ingandaya” ujar Sastrawan ini.

Di sisi lain, dialog budaya yang dikemas dengan suasana santai itu juga menjadi sarana menjawab rasa penasaran beberapa hadirin.

Seperti yang diutarakan Reni. Seniman dari Boyolanguyang ini menanyakan apakah pembuat jamu dan tukang pijat bagian dari budayawan.

Dengan sabar pertanyaan itu dijawab oleh Ki Bagong. Pria berdomisili di Prigen, Kabupaten Pasuruan ini menjelaskan secara gamblang di dalam Obyek Pemajuan Kebudayaan (OPK) ada satu obyek bernama Pengetahuan Tradisional.

Baca Juga : klik disini  Kapolri Berikan Kuliah Kebangsaan di Hadapan Ribuan Mahasiswa UMM

Nah, pembuat jamu dan tukang pijat, menurut Ki Bagong, masuk dalam ranah Pengetahuan Tradisional.

Ia juga menjelaskan lingkup Pengetahuan Tradisional sangat luas. Tidak hanya jamu dan pijat, tapi bisa juga makanan tradisional, batik, kuliner dan lain-lain.

“Tukang pijat, pembuat jamu dan ahli penyembuhan tradisional, mereka juga budayawan, karena sudah turut serta memajukan kebudayaan dengan keilmuannya,” pungkasnya.

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA