Lumbung Berita
NEWS TICKER

Ngeri, SMAN 1 Kejayan Pungut Biaya Sebesar Rp1,24 Juta

Rabu, 2 Desember 2020 | 6:00 am
Reporter: Samsul Arifin
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Sekolah gratis agaknya hanya isapan jempol. Salah satu contohnya di SMAN 1 Kejayan. Di sekolah ini masih ditemukan biaya daftar ulang sebesar Rp1.240.000,00. Informasi tersebut Lumbung Berita dapatkan dari salah wali murid SMAN 1 Kejayan, Selasa (01/12/2020).

Menurut salah satu wali murid yang enggan disebut namanya, penarikan biaya daftar ulang tersebut tertuang dalam Whatsapp yang dikirim oleh wali kelas. Dalam pesan itu disebutkan, biaya daftar ulang dapat dibayar secara tunai ataupun kredit.

“Saya kaget kok tiba-tiba ada biaya daftar ulang, dari awal masuk tidak ada sosialisai untuk bayar daftar ulang. Sekarang suruh bayar langsung atau nyicil,” tuturnya.

Ia pun semakin bingung ketika ia mengonfirmasi perihal hubungan biaya daftar ulang dengan keikut sertaan ujian simulasi.

Sebab, wali kelas menjelaskan siswa tidak bisa mengikuti ujian semester jika tidak mengikuti ujian simulasi. Artinya, siswa yang tidak mengikuti ujian simulasi secara otomatis dikeluarkan dari sekolah tersebut.

Namun jawaban wali kelas terkesan ambigu. Dalam tangkapan layar yang awak media terima, wali kelas memang tak menjawab dengan tegas. Hanya menjawab dengan kata-kata “Boleh dicicil”.

Baca Juga : klik disini  Jauhi Narkoba..! K3S SMPN Kabupaten Bekasi dan LAN Besinergi

Dari sini lah, perempuan -si wali murid tersebut- mengasumsikan anaknya tak dapat mengikuti simulasi ujian semester bila belum membayar daftar ulang.

“Saya tanya, apa harus membayar biaya daftar ulang dulu baru bisa ambil token untuk ikut ujian simulasi. Wali kelas tidak menjawab iya apa enggak. Cuma menjawab ‘Bisa dicicil’,” ulasnya.

Senada dengan wali kelas, Kepala Sekolah SMAN 1 Kejayan, Abdul Hamid juga tidak menjelaskan dengan detail. Abdul Hamid malah menerangkan kegunaan biaya daftar ulang tersebut.

“Iya mas (benar ada biaya daftar ulang). Itu mungkin biaya tahunan untuk ekstrakulikuler seperti korban idul adha dan lain-lainnya mas, itu sudah ada kesepakatan dengan komite sekolah,” ungkapnya.

Sampai berita ini naik pihak dan Dinas terkait belum bisa di klarifikasi (Bersambung).

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!