Lumbung Berita
NEWS TICKER

Bangunan Retak, Candi Belahan Tuai Sorotan

Selasa, 30 Agustus 2022 | 3:36 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Kondisi bangunan Candi Belahan di Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Gelaran Sedekah Bumi dan Ruwat Agung Patirtan di candi ini, Minggu siang (28/8/2022) menjadi ajang pengawasan dan tukar pendapat antar pihak yang peduli dengan kondisi candi.

Penyorot pertama datang dari Seniman-Budayawan Pasuruan. Ketua Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Pasuruan, Fauzan, merasa sedih dengan bangunan candi yang retak.

Keretakan itu berada di sisi bangunan belakang Candi Belahan. Memanjang vertikal sekira 1 meter dengan lebar sekira 2-5 cm. Cukup kentara meski hanya melihat sekelebat saja.

“Candi ini sudah tidak mumpuni. Sudah terpantau retak. Masyarakat (Dusun) Belahan Jowo juga sudah banyak mempertanyakan bagaimana kelanjutan bangunan ini,” jelasnya.

Yang tak kalah gentingnya, sambungnya, adalah lubang menganga sebesar kepalan tangan orang dewasa. Lubang ini berada di sisi sebelah barat candi.

“Saya kurang yakin bangunan ini bisa tahan selama 10 tahun tanpa pemugaran. Sangat disayangkan kalau peninggalan tersohor ini sampai rusak,” sesalnya.

Baca Juga : klik disini  Eksekutor Pembunuhan di Nguling Terungkap

Sebagai pegiat budaya, sambungnya, FPK akan konsisten menyerukan perbaikan candi tersebut. Tak hanya itu, ia memastikan pihaknya juga mengawal kelestarian situs-situs ataupun peninggalan-peninggalan di Pasuruan.

“Tentu kami akan kawal. Kami serukan kepada pemerintah untuk melihat dan meninjau kembali pada situs maupun candi yang ada di Kabupaten Pasuruan,” tukasnya.

Sementara sorotan kedua datang dari masyarakat Desa Wonosunyo. Khoirul Anam, selaku Ketua Pokdarwis desa setempat menyatakan keretakan candi sudah dilaporkan beberapa tahun yang lalu.

“Masalah itu sudah lama. Tahun 2019 lalu kami sudah menyampaikan kepada BPCB Jatim untuk dilakukan pemugaran,” ungkapnya.

Sayangnya hingga sekarang pemugaran tak pernah dilakukan. Ia pun mendesak segera dilakukan pemugaran, karena Candi Belahan sudah menjadi ciri khas Wonosunyo.

“Besar harapan kami segera ada pemugaran, karena Candi Belahan ini adalah salah satu icon desa kami,” tandas anggota BPD Wonosunyo tersebut.

Dua sorotan dari elemen yang berbeda itu mendapat respon positif dari Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat. Politisi asal PKB itu mendukung dilakukan pemugaran.

Baca Juga : klik disini  Labfor Polri Masih Terus Periksa HP dan CCTV Kasus Brigadir J Secara Scientific Crime Investigation

“Masalah keretakan nanti kami komunikasikan dulu dengan pihak BPCB. Kita koordinasikan. Nantinya kalau kita memang diminta mensupport, ya pasti kita akan support lah,” urainya.

Hanya saja, pihaknya tak bisa mengintervensi terlalu jauh. Penyebabnya, Candi Belahan bukan kewenangan Pemkab, melainkan BPCB Jatim.

“Sumber Tetek itu kan kewenangan BPCB. Saya pernah mengajukan MCK, tidak bisa. Ditolak dan tidak diperbolehkan. Ya karena bukan kewenangan Kabupaten,” pungkasnya.

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!