Lumbung Berita
NEWS TICKER

Cegah Abrasi, 5000 Mangrove Ditanam di Rejoso

Rabu, 30 November 2022 | 3:44 pm
Reporter: Indra
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Tingkat abrasi yang tinggi di pesisir pantai di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, membuat sejumlah pihak bergerak. Pagi ini (30/11/2022), pihak swasta dan instansi negeri berkolaborasi menanam mangrove.

Penanaman dilakukan di Desa Patuguran. Sebanyak 5000 bibit mangrove dengan jenis Tinjang dan Api-Api ditanam di area seluas 2 hektar.

Informasi yang didapat Lumbung Berita, rehabilitasi pesisir ini melibatkan Dinas Kehutanan Jatim, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan, Pemdes Patuguran, PT Sorini Towa Berlian Corporindo, dan Yayasan Cempaka.

“Mangrove ini manfaatnya banyak. Selain mencegah abrasi, juga dapat menjaga ekosistem perairan,” terang HR & GA Manager PT Sorini Towa Berlian Corporindo, Moch. Zainul Anwar.

Pria yang akrab disapa Anwar ini melanjutkan, selain untuk pelestarian alam, manfaat mangrove juga bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya buah mangrove.

“Masyarakat pesisir bisa memanfaatkan buahnya. Contohnya, bisa dibuat minuman sari buah mangrove dan aneka olahan makanan lainnya,” ungkapnya.

Karena pentingnya keberadaan mangrove inilah, pihaknya bersama stakeholder yang lain sepakat akan mengawal penanaman ini sampai setahun kedepan.

“Program ini akan kami kawal bersama selama setahun. Jadi, selama setahun kedepan, kami bersama-sama pihak yang datang hari ini, akan ikut merawat dan mendampingi warga di sini,” bebernya.

Ia juga menggaransi, perusahaannya tak akan berhenti sampai hari ini. Pihaknya sudah berkomitmen melestarikan lingkungan sebagai sumbangsih kepada masyarakat Kabupaten Pasuruan.

“Ini wujud sumbangsih perusahaan kami yang berada di Kabupaten Pasuruan. Semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan dapat mendukung program Pemkab Pasuruan,” harapnya.

Di sisi lain, penanaman mangrove ini mendapat apresiasi dari warga. Lewat Kelompok Masyarakat Pengawas Mangrove (Pokmaswas), warga pesisir akan berjanji menjaga mangrove yang telah ditanam.

“Sudah menjadi tugas kami sebagai petani untuk merawat dan menjaga mangrove yang telah ditanam. Kami bersyukur, kami akan didampingi selama setahun,” ujar Ketua Pokmaswas Tinjang Mina Unggul, Ilyas.

Ia menjelaskan, sejauh ini mangrove telah berhasil dikembangkan oleh warga pesisir sebagai tambahan pemasukan ekonomi. Banyak yang sudah berhasil memproduksi makanan dan minuman hasil olahan buah mangrove.

“Alhamdulillah kami sudah bisa memproduksi minuman sari buah, sirop, keripik, manisan dan olahan lainnya dengan bahan dasar buah mangrove,” paparnya.

Begitu besarnya manfaat yang didapat masyarakat, membuat ia yakin program ini akan berjalan sukses sampai masa pendampingan berakhir.

“Kami yakin (program) ini akan berhasil. Semoga saja kedepannya akan banyak perusahaan-perusahaan yang peduli seperti yang sudah dilakukan PT Sorini,” pungkasnya.

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA