Lumbung Berita
NEWS TICKER

Eksekutor Pembunuhan di Nguling Terungkap

Sabtu, 28 November 2020 | 3:55 pm
Reporter: Samsul Arifin
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Pembunuhan kepada Eko Setyo Budi pada 29 Oktober 2020 lalu ternyata ditemukan fakta baru. Polresta Pasuruan berhasil mengungkap satu lagi tersangka pembunuhan. Pengungkapan itu dibeber dihadapan sejumlah media di ruang Joglo Parama Satwika, Sabtu (28/11/2020).

Dalam jumpa pers tersebut, Kasubag Humas Polresta Pasuruan, AKP Endy Purwanto mengatakan tambahan tersangka adalah Andik Harianto.

Pemuda berusia 29 tahun asal Desa
Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan ini ditetapkan tersangka setelah polisi berhasil mengembangkan penyelidikan.

“Saudara Andik Harianto kita tetapkan sebagai tersangka setelah kita mendapat keterangan dari saksi-saksi. Selain itu dari hasil Labfor, bercak darah yang menempel di celana jeans pendek warna biru adalah darah tersangka,” jelas Endy.

Dari keterangan Endy didapat bahwa eksekutor utama pembunuhan itu ternyata Andik. Bukan Silfia Anggraini. Memang saat itu, Silfia Anggraini mengaku dirinya lah yang menghabisi nyawa Eko Setyo Budi.

“Polisi tidak hanya berpedoman kepada keterangan pelaku saja, tetapi juga mendalami penyelidikan dengan menggunakan Scientific Identification,” ungkap Endy.

Baca Juga : klik disini  Mobil Kijang "Nyemplung" ke Parit di Depan Terminal Wonorejo

Endy memastikan peran Silfia adalah sebagai inisiator pembunuhan. Silfia lah yang memerintahkan Andik membunuh Eko. Perwira dengan pangkat tiga balok ini menerangkan, Silfia dan Andik sama-sama memendam sakit hati kepada korban.

Silfia jengkel karena korban gampang main tangan. Selain itu, Silfia masih menyimpan kecewa karena pernah dijebloskan ke penjara oleh korban gegara kasus narkoba.

Sedangkan Andik sakit hati karena menganggap korban adalah informan polisi atas kasus yang menderanya. Andik pernah tersandung kasus pembunuhan terhadap pacarnya dan berujung vonis penjara selama 15 tahun.

Setelah tertangkap, kedua tersangka akan dikenakan pasal 338 dan 340 jo 55 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan berencana. Ancamannya hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Sementara itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya sebuah pisau dapur, sebuah perlak warna kombinasi, sebuah kasur lantai warna biru, sebuah celana jean pendek warna biru, potongan kuku kedua tangan Andik Harianto, dan resapan darah korban.

Seperti diberitakan Lumbung Berita edisi 2 November 2020, warga Dusun Gunungan, Desa Nguling, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, digegerkan dengan kondisi Eko Setyo Budi. Kala itu, Eko tewas terkapar dengan leher yang berlumuran darah.

Baca Juga : klik disini  Lagi, Kecelakaan Melibatkan Truk Terjadi di Pandaan

Polisi yang mendapati laporan segera bertindak. Hasil gerak cepat polisi menjadikan istri korban, Silfia Anggraini, sebagai tersangka, (Samsul).

 

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!