Lumbung Berita
NEWS TICKER

Sugiarto: Pentingnya Mengolah Sampah Rumah Tangga, Dengan Biopori

Kamis, 3 Desember 2020 | 3:59 pm
Reporter: Yudha
Posted by: Redaksi

 

 

Pasuruan_Lumbung-berita.com,

Ahli sumur resapan air atau yang biasa disebut biopori, langsung diterjunkan bidang Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU-SDA) Provinsi Jawa Timur, melalui anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Fraksi Golkar, Sugiarto.

Anggota Dewan dari komisi II ini mengajak dan mempraktekkan secara langsung kepada masyarakat, kelompok Wanita Guyub Rukun Tani, Desa Pager, RT.02-RW 01, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Kamis (03/12/20).

Kegiatan bertujuan konservasi lingkungan dengan membuat lubang resapan air biopori. Kegiatan demi menjaga kelestarian lingkungan hidup dan mencegah terjadinya banjir dari hulu ke hilir.

Lubang resapan biopori yang berdiameter kesing 4 dim dan ruang pipa di dalam 2 dim, untuk mempermudah penarikan dan pengambilan kompos dengan panjang 80 cm, dengan kedalaman 80 cm bukan hanya untuk meresapkan air ke tanah.

Mingingat alat sangat bermanfaat bagi fermentasi sampah organik dan untuk makanan mikro ganisme, didalam tanah yang dapat menciptakan biopori untuk memperlancar peresapan air hujan ke dalam tanah.

Manfaat lainnya adalah, mempermudah pelaksanaan penanganan sampah dengan 3R (reduce, reuse, dan recycle) di tempat terdekat dengan sumbernya, sehingga tidak memerlukan pengangkutan dan tempat pembuangan ke tempat lain.

Baca Juga : klik disini  AGUS SUYANTO : F- PKB Angkat Bicara Soal Kurang Maksimalnya Penyerapan Pupuk Bersubsidi

“Dengan demikian tidak perlu adanya penumpukan sampah di permukaan tanah,” Kata Sugiarto, yang diketahui di bidang Pertanian dan Koperasi.

Dikemukakannya bahwa sampah organik yang dihasilkan setiap rumah tangga, bila dimasukkan ke dalam tanah akan segera dimanfaatkan keaneka-ragaman hayati, dalam tanah dan bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Sementara itu sampah yang tidak lapuk dapat mempermudah para pemulung untuk didaur ulang.

“Air hujan yang cepat meresap ke dalam tanah sebagai simpanan air, untuk menjamin ketersediaan air di musim kemarau,” Ujarnya di acara sosialisasi manfaat biopori.

Pria yang berdomisili di Kecamatan Purwodadi ini juga mengatakan, bila setiap manusia yang memerlukan air, dan menghasilkan sampah mau melakukan pemanfaatan air hujan, serta sampah di kaplingnya masing-masing, maka bumi tidak akan terlalu “haus”, seperti dipesankan pada peringatan Hari Air Dunia 22 Maret lalu, tetapi juga bumi tidak akan “lapar”.

“Keaneka ragaman hayati didalam tanah cukup air dan makanan, sehingga terus bekerja secara sinergis dengan keaneka ragaman hayati di atas muka tanah,” Jelasnya.

Baca Juga : klik disini  Raker DPD RI dan Pemprov Sulteng Bahas Perpanjangan Inpres hingga Pemutihan Kredit Korban Bencana Alam

Menurut Sugi’ (Panggilan: Red), ketika kita bisa memanfaatkan sampah organik saja setiap harinya bisa dihasilkan 600 karung sampah organik.

“Sekarang kami sedang merancang teknik pengolahan sampah-sampah dengan maksimal,” Tutupnya.

Kami berharap dengan adanya kegiatan ini dan bantuan ini bisa memberikan manfaat yang cukup, dengan menjaga kelestarian alam dengan tidak membuang sampah sembarangan, dan juga bisa menampung air ke bumi untuk bisa dirasakan masyarakat.” Pungkas Sugiarto.

 

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!