Lumbung Berita
NEWS TICKER

BUMD dan OPD Secara Akuntansi Berpeluang Terjadinya Korupsi

Selasa, 13 September 2022 | 11:26 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

 

Malang_Lumbung-berita.com
Masihkah mempercayai laporan keuangan BUMD dan OPD dengan banyaknya praktek akuntabilitas yang tidak sesuai? Proklamir penerapan tata kelola yang baik atau Good Governance salah satunya bertujuan untuk pencegahan tindak pidana korupsi secara dini. Lucunya, akuntabilitas yang merupakan salah satu pilar dari praktek Good Governance kerapkali dianggap sepele dan hanya sebuah formalitas administrasi.

Misalnya saja, adanya kasus dugaan korupsi di Kota Batu yang melibatkan Staf Analis Pajak pada BAPENDA Kota Batu dan seorang makelar. Pada kasus tersebut jabatan disalahgunakan untuk mencari keuntungan pribadi yang menyumbangkan kerugian negara.

Bagaimana bisa kerugian tersebut muncul ketika pencatatan benar-benar didasarkan pada bukti dan prosedur yang sesuai? Semakin menjadi pertanyaan bukan? Ataukah praktek tersebut sudah menjadi sebuah hal yang lazim dilakukan?

Perilaku tersebut dapat bermula dari berbagai hal kecil yang lolos pengawasan atau bahkan
sudah menjadi budaya organisasi.

Contoh lain yang lebih familiar misalnya pencatatan tanpa dasar bukti yang kuat, pengambilan stok tanpa dicatat, bukti baru dibuat ketika akan dilakukan pemeriksaan, bahkan banyak pula bagian akuntansi ditempati oleh orang tanpa latar belakang akuntansi.

Baca Juga : klik disini  Polsek Kejayan Sukses Giat Diagram di Djoglo

Lebih parahnya, aktifitas pada BUMD maupun OPD lebih banyak berdasarkan ilmu turun temurun. Orang ketika sakit mencari Dokter atau Badan untuk pengobatan, namun lembaga negara dengan mudahnya memberikan tugas akuntansi pada orang yang bahkan tidak pernah mempelajarinya.

Jadi wajar kan apabila akan semakin sakit?
Selain itu. ketika pemerintah memaksa adanya kolaborasi yang baik antara seluruh lembaga
negara dalam praktek Good Government, tentu sebuah hal lucu ketika akhirnya kasus terkait
dugaan korupsi justru semakin meningkat. Berarti pertanyaannya, Lembaganya yang sakit atau pelaku di dalam.

Di kutip dari Rosalina Yuri Ang., SE., MSA., Ak., CA., CPA
Profil
Auditor (Sertifikasi BPK untuk KAP tingkat Pemeriksa)
Direktur Keuangan PT. Isabella Cipta Selaras Pengajar Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya , Mahasiswa Doktoral Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. Selasa (13/09/2022).

Penerbit : Redaksi.

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!