Lumbung Berita
NEWS TICKER

Putus Persebaran DBD, Pemdes Ngerong Lakukan Fogging

Kamis, 30 Juni 2022 | 11:46 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
5 anak terkena demam berdarah (DBD) dalam kurun waktu sebulan terakhir membuat Pemdes Ngerong melakukan fogging, Kamis (30/6/2022).

Fogging ini sebagai upaya memutus persebaran DBD. Total ada tiga dusun yang disemprot, Dusun Kecicang, Payaman, dan Keboireng.

“Sudah dilakukan penanganan awal sesuai petunjuk nakes, tetapi masih ada warga kami yang kena. Akhirnya kami putuskan melakukan fogging,” jelas Kasun Keboireng, Mulyadi.

Langkah Pemdes Ngerong, lanjut Mulyadi, bisa dibilang cepat dan sigap. Sebab, di desa ini peralatan fogging sudah tersedia.

“Kami bersyukur punya alat fogging sendiri. Jadi bisa cepat dilakukan penyemprotan,” tutur Kasun berusia 54 tahun tersebut.

Bila diakumulasi, selama tahun ini, di Desa Ngerong sudah di-fogging sebanyak empat kali. Yang pertama pada Februari saat ada korban DBD meninggal dunia.

“Dulu saat ada yang meninggal, malamnya langsung kami fogging. Makanya kami antisipasi sedini mungkin biar tidak terjadi seperti Februari lalu,” tandasnya.

Sementara itu ditemui di tempat yang sama, tenaga kesehatan Desa Ngerong, Tutik Nuraini, menyatakan para warga masih harus tetap menerapkan hidup bersih.

Baca Juga : klik disini  Kapolda Jatim Resmi Lantik Dirlantas dan Karumkit Bhayangkara Tk.II Jatim serta 12 Kapolres Jajaran

“Setelah fogging selesai, warga jangan lengah. Tetap harus menerapkan 3M. Agar benar-benar bebas dari DBD,” jelas perempuan berjilbab tersebut.

Dalam kesempatan itu ia sedikit menerangkan tahapan-tahapan sebelum penyemprotan dilaksanakan. Dimulai dari pelacakan via pemeriksaan laboratorium.

Kemudian petugas nakes akan turun meninjau tempat tinggal penderita, yang ditinjau khususnya potensi sarang nyamuk.

Selanjutnya nakes akan memberikan obat pembunuh jentik nyamuk dan merekomendasikan warga untuk bersih-bersih massal.

“Kalau dirasa masih tak membantu, baru kami arahkan untuk penyemprotan. Penyemprotan itu upaya terakhir. Karena penyemprotan juga ada efek sampingnya,” pungkasnya.

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!