Lumbung Berita
NEWS TICKER

Tak Ada Ekskavator Amfibi, Sungai Wrati Urung Dibersihkan

Senin, 12 Desember 2022 | 12:32 pm
Reporter: Indra
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Harapan tak ada lagi banjir di Sungai Wrati agaknya harus disimpan dalam-dalam. Penyebabnya, Pemkab tak mempunyai ekskavator jenis amfibi untuk bersih-bersih.

Hal ini ditegaskan salah satu pejabat Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan, Mahbub Junaidi, saat pembersihan anak sungai Wrati pagi tadi (12/12/2022).

“Kami hanya punya ekskavator biasa. Untuk pembersihan di sungai Wrati atau titik-titik yang dimaksud, harus pakai ekskavator amfibi atau ponton,” terangnya.

Alhasil, puluhan ribu warga di empat desa sepanjang bantaran sungai Wrati harus gigit jari. Hari ini, Pemkab hanya mampu membersihkan anak sungai Wrati di depan pasar ikan Desa Kedungboto, Kecamatan Bangil.

Padahal, masalah terbesar langganan banjir sungai Wrati berada di sungai itu sendiri. Bukan di anak sungai.

“Nanti akan kami koordinasikan lagi dengan pihak BBWS untuk kelanjutannya,” janji Mahbub Junaidi.

Urungnya pembersihan sungai Wrati tak pelak membuat Ketua DAS Wrati, Henry Sulfianto meradang. Ia mengaku kecewa dengan pembersihan hari ini.

“Tentu kami kecewa. Sangat kecewa. Pembersihan hari ini benar-benar diluar ekspektasi masyarakat,” kesalnya.

Dalam catatan pria yang akrab disapa Ki Demang tersebut, setidaknya ada sembilan titik yang perlu penanganan segera.

Yakni kali Kunting, gladak Dusun Keputran, dam Kedungboto, jembatan Kedungboto, jembatan Pagak, dam Kedungringin Tengah, dam Ngayunan, jembatan Dusun Gersikan dan jembatan Gondanglegi.

“Pokok permasalahannya ada di sungai Wrati. Namun, kenyataannya Pemkab tak punya ekskavator amfibi. Janji pihak eksekutif dan legislatif sama sekali tak sesuai harapan,” sungutnya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, masyarakat dari empat desa (Cangkringmalang, Kedungringin, Kedungboto dan Tambakan), pekan lalu, melakukan aksi damai dengan mengirim enceng gondok ke Dinas Sumber Daya Air, DLH dan DPRD Kabupaten Pasuruan.

Warga menuntut segera dilakukan pembersihan dan normalisasi sungai Wrati. Karena acap kali banjir saat musim penghujan. Tuntutan ini bahkan disertai ancaman pindah administratif, dari Pemkab Pasuruan ke Pemkab Sidoarjo.

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!