Lumbung Berita
NEWS TICKER

Ada apa dengan Rehab TK Warsediputra Kayukebek Tutur, ini kata Warga..!

Selasa, 25 Januari 2022 | 11:36 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

 

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Adanya proyek rehab Yayasan Pendidikan TK Warsediputra, Dusun Ledok, Desa Kayukebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, penuh tanda tanya. Pasalnya, selain Keterangan Informasi Publik (KIP) tidak terpasang, warga mempertanyakan penggarap rehab tersebut, Selasa (25/01/2022).

Menurut informasi warga yang namanya tidak mau di mediakan menyampaikan bahwa, yang bekerja (Merehab) di Yayasan Pendidikan TK Warsediputra bukan dari warga sekitar, alias dipegang pihak ke tiga.

“Yang tau kepala sekolah dengan pihak ketiga atas nama Yoyok. Kalau ini swakolala harusnya rundingkan dengan tokoh di sini, jangan di urus sendiri,” resah warga.

Sementara itu Yoyok, selaku orang ke tiga atas rehab Yayasan Pendidikan TK Warsediputra menyampaikan, kalau dirinya hanya sekedar membantu pihak sekolah.

Disinggung kenapa swakelola tidak memperkerjakan warga sekitar, Yoyok menjelas kalau memakai tukang atau warga sekitar biayanya mahal.

“Kalau tukang dari situ biayanya mahal sekitar 120 ribu, kalau tukang yang ikut saya murah sekitar 90 ribu,” jelas Yoyok melalui nomor selulernya.

Sementara itu Kepala Sekolah (Kepsek) TK Warsediputra, Sri Wahyuni, menerangkan soal rehab sekolah biaya yang ia pegang sebesar 75 juta rupiah.

Baca Juga : klik disini 👇  Top..!!! Satlantas Polres Pasuruan Berhasil Ungkap Kasus Tabrak Lari

Dikatakan sapaan Yuni, biaya rehab didapat dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan. Untuk pengerjaan melalui swakelola.

“Swakelola pak, pak Yoyok itu membatu saya. Entah ini nutut apa tidak biayanya segitu,” ucap Kepsek, Sri Wahyuni.

Pernyataan Kepsek TK Warsediputra bertolak belaka dengan informasi dilokasi rehab sekolah.

Beberapa warga lainnya menggelengkan kepala atas pernyataan Kepsek soal rehab sekolah. Menurut (T), salah satu warga mengatakan kalau memang itu swakelola harusnya transparan dan di bangun bersama-sama warga.

“Kami dulu cuma di ajak kerja bakti. Harusnya transparan besar kecilnya biaya agar semua tau. Misal ada kekurangan bisa kita pikul bersama, kalau rehab di kerjakan orang ketiga dan bukan warga sini gimana gitu itu Pak,” tutup (T) warga sekitar. (BERSAMBUNG).

Jurnalis : Lum.

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!