Lumbung Berita
NEWS TICKER

Agus Cokel: Yang Maling Ingin Jadi Baik, Kok Yang Baik Jadi Maling

Jumat, 9 April 2021 | 12:53 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Puluhan masayarakat serta beberapa LM yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pasuruan Timur (Format), meluruk Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan, Jumat (09/04/2021).

Aksi damai tersebut di Koordinatori Pentolan-pentolan Ketua LSM yang sebagian banyak domisili di Pasuruan Timur, guna mendesak pengusutan fee proyek dan menuntaskan siapa aktor intelektual terhadap perkara pemotongan dana BOP dan TPQ juga Madin serta Yayasan Ponpes.

Demo diawali dengan orasi di depan gedung Kejaksaan serta pemberian simbolis ayam jantan, yang di terima Kasi Intel Kejaksaan, Jemmy Sandra serta dilanjutkan dengan audiensi oleh perwakilan LSM.

Salah satunya yang sangat bersuara keras Agus Cokel, ketua LSM GAB, ia menyampaikan kekecewaannya atas fenomena Kabupaten Pasuruan.

“Anggota GAB yang notabenya adalah mantan-mantan maling, ia maling yang ingin jadi baik tapi kok yang baik sekarang jadi maling,” Tegasnya.

Kami sangat kecewa, kenapa masih ada pengkondisian proyek seperti adanya fee, yang sangat kami sayangkan pembangunan di Pasuruan Timur jarang ada pembangunan kok malah ada dugaan bagi-bagi fee proyek,” Imbuhnya.

Baca Juga : klik disini  Jalur Kepanjen menuju Kota Malang Terputus, Petugas Alihkan Arus

Dalam kesempatan itu Jemmy Sandra, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan langsung memberi jawaban.

“Masalah pemotongan BOP dari Kemenag kontek prosedur penyelidikan tetap berjalan, karena Kabupaten Pasuruan lembaga penerima sekitar kurang lebih 3.000 lembaga. Kita sudah melaporkan ke Kejati bahwa kita perlu waktu lebih dari pada SOP yang ada,” Tegasnya.

Kalau masalah TPA Wonokerto, masalah berita online itu kita sudah klarifikasi apakah benar atau tidak, itu team kita yang mendalami duga-dugaan itu apa ada, itu nanti karena itu memang tahap awal,” Tutupnya.

Demo dan audiensi berjalan aman dan kondusif dan di tutup oleh penyampaian Ismail Maky, selaku ketua LSM Format.

“Itu simbol kejaksaan di kasih ayam jantan jadi jangan sampai jadi ayam betina, dan kami sangat percaya ke Kejaksaan Negeri Pasuruan dalam mengusut perkara ini, tapi kalau APH lokal tidak sanggup, panggil KPK,” Pungkasnya.

Jurnalis : Samsul A.

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!