Lumbung Berita
NEWS TICKER

AGUS SUYANTO : F- PKB Angkat Bicara Soal Kurang Maksimalnya Penyerapan Pupuk Bersubsidi

Jumat, 20 November 2020 | 4:25 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan.Lunbung-berita.com
Menyikapi keluhan petani atas kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi pada MT-3 khususnya Pupuk jenis Urea, membuat anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Agus Suyanto, merespon cepat dan langsung investigasi ke lapangan, Jum’at (20/11/20).

Politisi dari F-PKB, dapil lV meliputi, Sukorejo, Prigen, Pandaan, menyampaikan ke Lumbung-berita.com kalau sekarang sudah masuk terakhir masa musim tanam ke 3 tahun 2020.

“Semestinya kuota pupuk bersubsidi sudah terserap habis, dan langsung ter distribusikan ke Petani,” Kata Agus Suyanto.

Agus (Sapaannya:Red) juga menuturkan, kuota pupuk bersubsidi sudah dikurangi dengan jumlah yang cukup drastis. Pada tahun 2019 kuota pupuk bersubsidi jenis urea untuk Kabupaten Pasuruan sebanyak 36.707 ton.

Sedangkan pada tahun 2020 menurut Agus, kuota pupuk bersubsidi jenis urea untuk kabupaten Pasuruan menjadi 18.902 (Kuota sebelum penambahan). Nah dari situ kami melihat kuota yg berkurang cukup banyak.

Ia menambahkan, dirinya mendapatkan informasi bahwa masih banyak setok pupuk yang belum tertebus, dan terdistribusikan secara langsung.

Berkaitan dengan berapa banyak sisa yang belum tertebus, Agus Suyanto tidak menyebutkan data berapa banyak sisa yang belum tertebus.

Baca Juga : klik disini  H Ruslan DPRD Kabupaten Pasuruan Hadiri Santunan Anak Yatim dan Temu Kangen

“Kan eman-eman mas, kalau masih ada kuota yang tidak terserap habis pada akhir MT3 tahun 2020,” Jelasnya.

Kepada Lumbung-berita.com, Agus sudah menghubungi Dinas Pertanian, beberapa Menteri Pertanian dan Distributor, agar bersama-sama melakukan upaya percepatan penebusan sisa kuota MT3 tahun 2020.

Dalam keterangannya, Agus Suyanto saat menghubungi distributor di bawah, sebenarnya mereka (Distributor) sudah siap melakukan penebusan, hanya saja masih ada kendala apa dari Pupuk di penyedia PT sebagai Produsen, sehingga penebusan terpending.

Masih menurut Agus, tujuannya tidak lain yaitu agar pupuk terserap secara maksimal dan segera sampai pada tangan para petani.

“Sebagai catatan, Kabupaten Pasuruan tidak dapat menghabiskan kuota pupuk bersubsidi yang digelontorkan oleh pemerintah,” Tutup Agus Suyanto.

Jurnalis : Yudha
Penerbit : Redaksi

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!