Lumbung Berita
NEWS TICKER

Akses Sumber Tetek Candi Belahan Kembali Dikeluhkan

Selasa, 29 Maret 2022 | 3:54 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Akses menuju Sumber Tetek Candi Belahan, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan kembali dikeluhkan beberapa pihak, Senin (28/03/2022). Keluhannya masih sama: jalan rusak.

Sejatinya akses tersebut sudah lama dikeluhkan oleh pengguna jalan. Terutama oleh pengunjung peninggalan bersejarah tersebut.

Seperti diutarakan salah satu pengunjung, Akhmad Soim. Pria yang juga pelaku budaya ini merasakan jalan dari Desa Jerukpurut itu tak pernah mulus. Kalaupun pernah laik jalan, itu pun hanya sementara.

“Sudah dari dulu kayak gini (rusak). Pernah mulus sebentar, terus rusak lagi,” tutur Ketua Karang Taruna Kecamatan Prigen tersebut.

Sebagai penyelenggara kegiatan seni dan budaya, Sumber Tetek Candi Belahan sudah menjadi salah satu tempat langganan. Ia pun berharap akses tersebut mendapat perhatian dari pemerintah.

Tak hanya akses, ia juga menyoroti minimnya perhatian pemerintah daerah pada situs tersebut. Padahal menurutnya, bila dikembangkan, tak menutup kemungkinan Sumber Tetek bisa menjadi destinasi wisata keluarga.

“Kalau sekarang paling banyak pengunjung yang punya kepentingan ritual. Kalau dikembangkan, misal ditambah bangunan, bisa jadi yang ke sini adalah keluarga yang ingin liburan,” terangnya.

Baca Juga : klik disini  Karyawan PT IGI Purwosari Demo Lagi

Hal senada dikatakan oleh Budayawan Pasuruan lainnya, Cucuk Grenk. Pria asal Bojonegoro ini mengatakan pengembangan Sumber Tetek selain bisa menambah perekonomian masyarakat sekitar juga dapat dijadikan wisata edukasi.

“Kalau ada tempat buat anak-anak bermain, tambah bagus. Karena generasi penerus bisa ikut belajar sejarah dan bisa meneruskan pelestarian Sumber Tetek,” tandasnya.

Sementara itu, juru pelihara Sumber Tetek Candi Belahan, Astono mengamini keluhan beberapa pengunjung. Akses rusak, sambungnya, cukup membuat jumlah pengunjung turun signifikan.

“Banyak pengunjung yang mengeluhkan jalannya susah. Kami sebagai jupel berharap semoga ada solusi secepatnya. Karena efek penurunan pengunjung begitu terasa,” jelasnya.

Sedangkan menurut Kepala Desa Wonosunyo, M. Saleh, akses Sumber Tetek pernah dibenahi. Pembenahan itu dilakukan pertengahan 2021 lalu. Menggunakan semen cor dengan skema padat karya tunai.

“Namanya juga jalan menurun, kalau sudah hujan, ya tergerus. Apalagi yang lewat bukan hanya mobil-motor, ada juga truk yang lewat,” bebernya.

Untuk saat ini, tak dapat memastikan kapan akses tersebut dibenahi. Karena informasi yang ia terima, tahun ini hanya ada rencana pembangunan penerangan jalan umum (PJU).

Baca Juga : klik disini  Songsong 2024, Tim Segi Tiga Emas Rapatkan Barisan

“Sementara ini saya dengar informasinya akan ada pembangunan di jalan Dusun Wonosunyo 2 sampai batas Desa Sumbersuko. Tapi itu pembangunan PJU,” ungkapnya.

Setali tiga uang dengan pengunjung, ia pun berharap ada perhatian dari Pemkab. Setidaknya tahun ini ada pembenahan jalan.

Namun, yang ia inginkan tak hanya akses Sumber Tetek via Jerukpurut saja yang dibenahi, melainkan juga yang melewati Desa Sumbersuko.

“Itukan jalan kabupaten, kami inginnya seluruh akses ke Sumber Tetek dibenahi. Baik dari Jerukpurut maupun Sumbersuko. Karena yang dari Sumbersuko juga rusak,” paparnya.

Bila tak ada kepastian pembenahan tahun ini, pihaknya sudah menyiapkan pembenahan pada 2023. Hanya saja ia tak yakin pembenahan dapat maksimal. Penyebabnya, anggaran desa banyak tersedot untuk keperluan lainnya.

“Desa tidak bisa membenahi sepenuhnya karena sekarang masih pandemi.¬† bisa maksimal membenahi jalan. Bisanya mungkin sekitar 60 juta dengan skema padat karya tunai,” urainya.

Permasalahan akses rusak yang berlarut-larut membuat ia berkeinginan mengganti jalan aspal dengan paving. Menurutnya, paving lebih awet daripada aspal.

Baca Juga : klik disini  Mas Dion Sidak Dua Titik ke Disnaker, Soal Pelatihan Kerja

“Saya melihat kekuatan paving lebih baik daripada aspal ataupun cor. Pertimbangan kami, sejak saya menjabat, jalan yang dipaving, 90 persen lebih utuh daripada yang diaspal maupun dicor,” tutupnya.

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!