Lumbung Berita
NEWS TICKER

Antisipasi Bencana, BPBD Tekankan Pencegahan dan Kesiapsiagaan

Minggu, 26 Februari 2023 | 10:33 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Ketua BPBD Kabupaten Pasuruan, Ridwan Harris menekankan pentingnya pencegahan dan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi bencana.

Pernyataan Harris itu terucap saat menjadi pembicara dalam sosialisasi dan edukasi untuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kecamatan Gempol di Aula Sumber Tetek, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Minggu (26/2/2023).

Dalam arahannya, Ketua BPBD, Ridwan Harris mengatakan, tugas utama FPRB Kecamatan adalah melakukan P dan K. Yakni pencegahan dan kesiapsiagaan.

“Dua hal itu yang harus dilakukan FPRB Kecamatan. Contohnya menerapkan EWS. Early Warning System pada masing-masing desa,” terangnya.

Ia mencontohkan, apabila terjadi hujan dan berpotensi banjir di wilayah hulu, maka FPRB Desa bisa berkomunikasi dengan FPRB lainnya di wilayah hilir. Sehingga di wilayah hilir bisa siap siaga.

“Mungkin yang punya alat elektronik bisa menaikkan barang-barangnya. Jadi, mengurangi risiko banjir,” ulasnya.

Plt Camat Gempol itu menambahkan, dalam siklus bencana dikenal tiga istilah: Pra, Tanggap, dan Pasca. Peran FPRB Kecamatan, sebutnya, berada di fase Pra.

“Kuncinya ada di pengurangan risiko dan penguatan ketahanan. Karena ruh asalnya FPRB itu di ranah Pra bencana,” jelasnya.

Baca Juga : klik disini 👇  Urusan Perut, Ratusan LC bersama NGO Datangi DPRD Kabupaten Pasuruan

Sebagai mitra pemerintah, FPRB Kecamatan punya tugas yang cukup konkret. Yakni mendata bencana. Termasuk titik-titik bencana, dampaknya, sekaligus saran solusinya.

“Sehingga kalau ada bencana di desa, FPRB Kecamatan bisa memvalidasi terlebih dahulu. Setelah valid, baru laporkan pada BPBD,” paparnya.

Untuk itu ia mengharuskan kepada tiap anggota FPRB Kecamatan untuk memaknai dan memahami substansi bencana.

“Substansi bencana ini yang sering miss. Karena dikatakan bencana, kalau ada beberapa parameternya,” jelasnya.

Beberapa parameter itu adalah adanya rangkaian peristiwa, berdampak pada masyarakat luas, dan menyangkut hajat hidup orang banyak.

Kalau parameter tersebut tidak terpenuhi, sambungnya, maka status bencana tak bisa dinaikkan menjadi tanggap darurat. Padahal, status tanggap darurat itulah kunci masuk segala macam bantuan.

“Kalau sudah status itu berlaku, maka dana pemerintah boleh dipakai apa saja. Parameter utamanya, kehidupan dan penghidupan,” bebernya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat menjamin tersedianya dana untuk penanggulangan bencana.

“Dalam petunjuk pelaksanaan dari pusat, ada ploting dari Dana Desa untuk penanggulangan bencana,” terangnya.

Baca Juga : klik disini 👇  Produksi Sabu Dipastikan di Ketanireng Prigen, Begini Kronologi Pengungkapannya

Namun, politisi PKB ini tak menutup mata dengan kemungkinan tambahan dana untuk operasional FPRB Kecamatan.

Ia hanya meminta tiap anggota berkomitmen melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Masalah pendanaan, ia menggaransi akan mencari solusinya.

“Kalau FPRB action betulan, pasti ada jalan. Contohnya bisa lewat perusahaan di Gempol. Yang penting, niat baik dan action saja dulu. Masalah dana, serahkan sama saya,” pungkasnya.

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!