Lumbung Berita
NEWS TICKER

Antisipasi Iklim Ekstrem, Petani Kepulungan Diikutkan Bimtek

Selasa, 31 Oktober 2023 | 12:09 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-Berita.com
Cuaca yang cukup ekstrem membuat Pemdes Kepulungan mengadakan Bimtek untuk kelompok tani. Bimtek digelar di Balai Dusun Kabunan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin malam (30/10/2023).

Tujuan bimtek ini adalah untuk mengantisipasi, beradaptasi sekaligus mitigasi dampak buruk cuaca ekstrem bagi para petani.

“Sektor ketahanan pangan memang kami garap secara serius. Apalagi dalam peraturan penggunaan dana desa, sudah ditetapkan besarannya. Yakni 20 persen,” jelas Kades Kepulungan, Didik Hartono.

Didik memang serius menggenjot hasil pertanian di Kepulungan. Sebagai gambaran, Pemdes sempat memberikan bantuan bibit padi premium kepada petani pada Maret 2023.

Lalu pada awal Juli 2023, bibit ini sukses dipanen. Para petani bahkan sampai mengadakan syukuran dengan mengundang Anggota Dewan dan pejabat terkait menggunakan uang mereka sendiri.

“Waktu panen itu, padi di Kepulungan jadi jujukan tengkulak. Para tengkulak langsung deal harga, gak pakai ditawar. Makanya kami adakan bimtek. Karena jangan sampai cuaca ekstrem ini membuat pendapatan petani berkurang,” paparnya.

Keseriusan pemdes berbanding lurus dengan antusias peserta. Tak kurang dari 100 petani hadir. Mereka duduk santai lesehan sambil menyimak materi dari UPT Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Sokhib Islahudin.

Baca Juga : klik disini šŸ‘‡  Pertandingan Perdana, Persekabpas Menang Telak Lawan Mitra Surabaya

Dalam pemaparannya, Sokhib menerangkan dampak perubahan iklim bisa menimbulkan banjir, kekeringan, angin topan, longsor, dan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

“Pengaruh perubahan iklim terhadap OPT sulit diprediksi. Karena adanya keseimbangan antara OPT dengan tanaman inangnya. Apalagi kalau kemarau sampai berkepanjangan,” paparnya.

Untuk itu, ia meminta petani meminimalkan dampak kekeringan. Caranya dengan tidak membakar jerami, mengembalikan jerami ke tanah, mengaplikasikan pupuk kompos, dan mengaplikasilan mikoriza pada lahan kering.

“Mikoriza ini asosiasi jamur dengan akar tanaman. Banyak dijumpai di akar. Tapi sekarang sudah banyak yang bisa bikin sendiri dan ada yang menjualnya juga. Fungsinya bagus untuk tanaman. Beberapa diantaranya, melindungi terhadap penyakit, kekeringan, dan memperbaiki struktur tanah,” pungkasnya.

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITAĀ 
error: Content is protected !!