Lumbung Berita
NEWS TICKER

Bahas UU Cipta Kerja, FSP LEM SPSI Kabupaten Pasuruan Gelar Diskusi

Jumat, 2 April 2021 | 12:50 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Federasi Serikat Pekerja (FSP) Logam, Elektronik dan Mesin (LEM) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Pasuruan menggelar diskusi di Hotel Inna Tretes, Prigen, Jumat (02/04/2021).

Diskusi ini membahas undang-undang No.11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja dan peningkatan peran Pimpinan Unit Kerja (PUK) dalam hubungan industrial.

Selama dua hari -sampai besok- perwakilan dari 2500 anggota FSP LEM tersebut akan diajak berdiskusi dengan empat narasumber yang berbeda.

Menurut Ketua FSP LEM SPSI Kabupaten Pasuruan, Agus Ma’arif, keempat narasumber dari berbagai latar belakang tersebut sengaja didatangkan untuk menambah wawasan para anggota.

“Semua unsur kita hadirkan. Ada dari pemerintah, praktisi akademis, ada juga aktivis serikat pekerja. Agar kita memperoleh wawasan dan dapat melaksanakan peraturan tersebut secara seimbang,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Agus ini melanjutkan, meskipun UU Cipta Kerja sampai saat ini belum pas dengan organisasi LEM, tapi ia mengajak untuk tetap menjaga hubungan industrial yang harmonis.

“Kita tidak boleh meratapi apa yang sudah terjadi. Kalau ada istilah nasi sudah menjadi bubur, maka sekarang, buburnya harus bisa enak untuk dinikmati,” katanya memberi semangat.

Baca Juga : klik disini  Operasi Lilin Semeru 2021 Juga Sasar Pengendara yang Belum Divaksin

Berikutnya tujuan diskusi ini, lanjut Agus, agar anggota FSP LEM bisa memahami, mengerti dan cakap dalam melakukan perbuatan dan tindakan hukum ketika di lapangan.

“Demi tercapainya keadilan bagi seluruh anggota kita. Makanya dalam acara ini kami berusaha memenuhi apa yang akan dibutuhkan kawan-kawan nanti di lapangan,” paparnya.

Sedangkan perwakilan dari Disnaker Kabupaten Pasuruan, M. Ainur Rofik mengapresiasi dengan keberadaan FSP LEM. Sejauh ini, sambungnya, hubungan pemerintah dengan FSP LEM terjalin cukup baik.

“Ketika ada masalah, FSP LEM selalu mengedepankan komunikasi dan diskusi, tidak langsung aksi. Ini yang membuat pihak kami berterimakasih pada FSP LEM,” ujarnya.

Kegiatan diskusi juga dipandang penting oleh Rofik. Pria yang menjabat sebagai mediator di Disnaker ini menyatakan diskusi akan memberi efek peningkatan sumber daya manusia dari anggota FSP LEM. Utamanya terkait para PUK.

“Di serikat-serikat lain, saya lihat PUK nya kurang maksimal. Dengan adanya kegiatan semacam ini, saya berharap kejadian di serikat lain tidak menular ke LEM. Kalau bisa dikembangkan lagi kegiatan semacam ini,” tukasnya.

Baca Juga : klik disini  IWO Malang Raya Serahkan Penghargaan ke Pengasuh Ponpes Rehabiltasi Mental Az Zainy

Senada dengan Rofik, Ketua DPD FSP LEM Jatim, Ali Muchsin Djalil mengatakan selama jalur komunikasi dan diskusi terbuka lebar, maka aksi demonstrasi tak perlu dilakukan.

“Kedepankan komunikasi dan diskusi. Tak perlu langsung demo, atau mogok kerja. Itu cara terakhir. Kalau memang mentok, baru kita tempuh (unjuk rasa),” ungkapnya.

Untuk itu, kepada FSP LEM SPSI Kabupaten Pasuruan, warga Gresik ini menitipkan pesan untuk menjaga sinergi dan silaturahmi dengan disnaker.

“Main-main lah ke Disnaker. Jangan cuma ke Disnaker pas ada masalah saja. Sekali-sekali ke sana silaturahmi, ngopi misalnya. Dari seringnya berkomunikasi maka sinergi tentu semakin bagus,” pungkasnya.

Jurnalis : Indra.

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!