Lumbung Berita
NEWS TICKER

Banjir Juga Hantam Desa Karangrejo Gempol

Selasa, 9 Februari 2021 | 9:42 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Banjir pada Rabu minggu lalu (03/02) tak hanya berdampak di Desa Kepulungan. Di Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, banjir juga merusak 19 rumah.

Tercatat 190 rumah terendam sampai setinggi 1,5 meter. Ke- 190 rumah tersebut berada di empat dusun, yakni Karangrejo, Bangkok, Kuwung, dan Karangbangkal.

Selain merendam rumah, banjir juga merusak ratusan alat elektronik penduduk dan menghanyutkan belasan hewan ternak.

Baca Juga : klik disini  Pemerintah Lanjutkan BLT UMKM, Ketua DPD Dorong Pelaku Bisnis Kembangkan Inovasi
Baca Juga : klik disini  Anggota Pemuda Pancasila PAC Purwosari "Tak Lupa Sholat" Saat Bertugas

Penyebab banjir menurut Kepala Desa Karangrejo, Mokhamad Jainul, karena tersumbatnya aliran sungai Besuki di jembatan Dusun Karangbangkal.

“Tempo hari pas banjir, ada beberapa pohon yang tersangkut di jembatan tersebut. Ditambah lagi, debit air tinggi karena ada kiriman air dari Kepulungan,” terangnya.

Tak seperti di Kepulungan yang langsung terfokus memberi bantuan untuk korban, di Karangrejo, Pemdes lebih fokus membersihkan sampah di jembatan.

“Kamis kami masih fokus membersihkan sampah yang tersangkut. Kalau itu tidak dibersihkan, bisa-bisa banjir lagi. Apa lagi saat itu, cuaca sudah mendung,” ungkapnya.

Kondisi sungai yang cukup dalam membuat evakuasi sampah tak bisa dilakukan secara manual. Untuk membersihkan sampah, pemdes sampai mendatangkan ekskavator.

“Kami secara swadaya mencari bantuan alat berat. Beruntung kami dapat pinjaman ekskavator dari BBWS Brantas,” ujarnya.

Salah satu korban, Saiful (35) mengaku tak menyangka bila banjir kali ini cukup tinggi. Dinding depan rumahnya di RT8, RW12 Dusun Karangrejo sampai jebol.

“Biasanya enggak pernah setinggi itu. Enggak pernah masuk rumah. Kalau yang tempo hari, air masuk rumah sampai setinggi 1,5 meter,” tuturnya.

Saat kejadian, dirinya berada di ruang tamu. Kemudian ia mendengar suara gemuruh dari runtuhan tembok rumahnya. Seketika itu air masuk menggenangi rumah Saiful.

“Alat-alat elektronik rusak semua. Motor terendam. Beruntung saya dan anak-istri sempat lari ke sebelah rumah yang lebih tinggi,” jelasnya.

Sama halnya di Kepulungan, banjir di Karangrejo juga sekejab saja. Hanya 30 menit, air di dalam rumah langsung surut.

“Setelah surut, lumpur dan sampah berserakan di dalam rumah. Lumpurnya sampai setebal 20 cm,” pungkasnya.

Jurnalis : Indra-Adi

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!