Lumbung Berita
NEWS TICKER

Banyak Kejanggalan Saat Dua OPD di Hadirkan Pansus DPRD Kabupaten Pasuruan

Selasa, 19 Maret 2024 | 6:39 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

 

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pasuruan yakni Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Disperindag, di hadirkan Pansus DPRD Kabupaten Pasuruan di Gedung Dewan, Senin (19/03/2024).

Langkah awal Panitia Khusus (Pansus) terkait dugaan penyelewengan anggaran Kopi Asli Kabupaten (Kapiten). Kali ini, Pansus DPRD Kabupaten Pasuruan menggali informasi dan memanggil dua OPD tersebut.

Kegiatan dihadiri seluruh anggota Pansus dari lintas Partai, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian, Lilik Widji Asri bersama jajaranya juga Kadisperindag, Diana Lukita Rahayu, bersama jajaran.

Ketua Pansus, Najib Setiawan, dalam rapat mempersilahkan seluruh anggota Pansus, untuk menggali semua informasi terkait Kopi Kapiten, tujuan programnya, sasarannya, mekanismenya bahkan anggarannya dari mana.

“Silahkan menggali informasi terkait kopi kapiten. Saya tidak membatasi anggota pansus untuk bertanya,” kata ketua Pansus.

Dalam keterangannya, Lilik Widji Asri, menjabarkan bahwa brand atau loggo Kopi Kapiten adalah wewenang Assosiasi Petani Kopi Indonesia (APEKI), dan bukan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Pasuruan.

“Ada 163 kelompok tani kopi terdiri dari 8 kecamatan sebagai anggota APEKI,” kata Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga : klik disini 👇  FPK Gelar Halal Bihalal, Ki Bagong Berharap Regenerasi Ketua

Dijelaskan sapaan Lilik, APEKI itu adalah kelompok tani kopi dan mereka punya brand sendiri-sendiri.

“Salah satunya kopi leduk, lesung dan lainnya,” tambah Kepala Dinas (Kadis) yang gemar memakai hijab.

Hak kelolah kopi kapiten yakni APEKI,” tutup Lilik.

Dalam Pansus, mulai terungkap setelah anggota, dari F- Golkar, Sugiarto, menanyakan secara detail kepada Lilik Widji Asri, soal Kopi Kapiten.

Pertanyaan tajam datang dari Kasiman. Pria asal Kecamatan Pandaan ini mempertanyakan dasar hukum atau cantolannya apa, sehingga Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian secara kekeh mensupport program Kopi Kapiten ini.

Padahal, kata Kasiman, itu jelas-jelas bukan milik Pemda, sehingga terlihat ada yang spesial dengan Kopi Kapiten. Terus kenapa harus pakai foto Bupati Pasuruan.?.

“Saya ingin tahu dasar hukumnya mana, sehingga dinas menggelontorkan anggaran yang cukup besar, untuk mensupport berjalannya program Kopi Kapiten ini, ada apa ini ?. Kalau dalam pelaksanaan program ini kita temukan hal-hal yang menyimpang atau tidak sesuai prosedur, anda akan terkena indikasi tindak pidana korupsi,” tambah anggota DPR dari Fraksi Gerindra.

Baca Juga : klik disini 👇  Logo Ormas Dibakar, DPD GRIB JAYA Jatim Datangi Polres Pasuruan

Tidak mungkin, lanjut pria berkumis tebal, OPD berani melaksanakan program kalau tidak ada Peraturan Kepala Daerah (Perkada) dan Peraturan Bupati (Perbup).

“Tak golek i mulai maeng gak onok Perkada dan Perbup ndek buku iki, (Saya cari mulai tadi tidak ada Perkada dan Perbup dalam buku ini),” pungkas DPR bidang hukum.

Masih kata Kasiman, sekedar di ketahui, bahwa Kopi Pasuruan terkenal bukan dari Kapiten, tapi terkenal dari seringnya petani kopi mengikuti pameran hingga luar kota Jawa Timur.

Sementara itu Kadisperindag Kabupaten Pasuruan, Diana Lukita Rahayu, menerangkan bahwa dirinya dan jajaran saat ini masih baru berdinas di Dinas Perdagangan (Disperindag).

“Kami masih menelusuri dan mendata. Untuk bantuan mesin ada di dua lokasi, Tambaksari dan Kalipucang. Untuk bangunan (bedak) antara lain di Purwosari, Pandaan dan lainnya. Kami mohon waktu,” tutup sapaan Diana.

Dari keterangan dan pertanyaan Pansus DPRD Kabupaten Pasuruan,
terungkap bahwa, brand atau loggo Kopi Kapiten milik atau wewenang Assosiasi Petani Kopi Indonesia (APEKI), dan bukan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga : klik disini 👇  Logo Ormas Dibakar, DPD GRIB JAYA Jatim Datangi Polres Pasuruan

Dari Pansus DPRD Kabupaten Pasuruan yang di ketuai, Najib Setiawan, agendan kedepan juga akan memintai keterangan dinas terkait juga dari Petani Kopi dan APEKI.

Jurnalis : Lum.

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!