Lumbung Berita
NEWS TICKER

Bermodalkan MCC, Malang Bakal jadi Kota Kreatif

Sabtu, 18 November 2023 | 5:40 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

Malang_Lumbung-Berita.com
2025 nanti, Kota Malang punya mimpi besar menjadi kota kreatif. Modal utamanya, keberadaan gedung Malang Creative Center yang menjadi inkubator pelaku ekonomi kreatif (ekraf) warga Malang.

Harapan ini disampaikan oleh Sekda Kota Malang Erik Setyo Santoso saat menghadiri diskusi ekonomi kreatif dalam rangka pembukaan uji kompetensi wartawan angkatan 54-55 di Hotel Aria Gajayana, Klojen, Jumat (17/11/2023).

Sebagai informasi, UKW PWI Malang Raya angkatan 54-55 ini nuansanya memang kental dengan ekonomi kreatif Kota Malang. Sebab gelaran ini didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dengan sponsor dari Juragan 99 (J99 Corps), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan Data Konsultan Asandra Salsabila.

Erik melanjutkan, pada 2025 nanti, Kota Malang bakal berusaha menjadi kota kreatif dunia. Lebih besar dari sekadar ekonomi kreatif. Caranya, dengan memaksimalkan MCC untuk menggenjot kreatifitas masyarakat.

“Akan kami maksimalkan 17 subsektor industri kreatif dengan cara memberikan edukasi, merekrut semua pelaku ekraf, dan tidak kalah penting mengikutkan peran serta masyarakat untuk ikut berkolaborasi melakukan kegiatan yang bersifat kreatif,” jelasnya.

Ia melanjutkan, MCC berfungsi untuk menciptakan SDM yang kreatif. Pelaku ekraf akan dididik dan diajak berkolaborasi dengan sektor ekraf lainnya. Sehingga, sambungnya, ketika kembali ke masyarakat, hasil didikan itu bisa diterapkan di masyarakat, khususnya di ekonomi mikro.

Baca Juga : klik disini 👇  Gabungan TNI-Polri bersama Instansi Terkait Giat Pengamanan Pengajian Gus Iqdam di Pasuruan

“Fokus kami di SDM-nya. Bukan di UMKM-nya. Jadi setelah dididik di MCC, mereka akan kembali ke wilayah masing-masing. Kemudian mereka akan mengembangkan SDM pelaku ekraf di daerah,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Engineering and Analystic Consultant, Asandra Salsabila. Menurut perempuan berjilbab ini, Kota Malang terkenal dengan SDM-SDM yang kreatif.

“Yang bisa diandalkan dari Kota Malang adalah SDM-nya. Karena Kota Malang tak seperti Batu atau Kabupaten Malang yang kaya akan wahana wisatanya,” tuturnya.

Alumnus universitas luar negeri ini mendukung penuh keberlangsungan MCC. Sebab, ia tahu betul hasil ekraf Kota Malang sudah diakui di Indonesia, salah satunya adalah design agency. Di bidang ini, Kota Malang sudah tersohor lewat kualitas mewah tetapi berharga murah.

“Design agency itu salah satu pelaku ekraf. Saya sendiri sudah lama malang melintang di dunia ini. Pokoknya kalau design agency dari Malang, orang pasti berpikirnya kualitasnya wah, tetapi harganya jauh lebih murah dari ibu kota,” ungkapnya.

Target kota kreatif dunia tentu bukan tanpa dasar. Kehadiran Malang Creative Center (MCC) membuat perekonomian di Kota Malang tumbuh pesat. Bahkan pada 2022 lalu, pertumbuhannya lebih tinggi daripada Jatim dan Nasional.

Baca Juga : klik disini 👇  Cempaka-Cargill-USAID Luncurkan CITASAMA: Seribu Hektar untuk Seribu Manfaat

Seperti yang diutarakan oleh Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi dalam kunjungannya ke Mini Block Office, Kota Malang, Sabtu (18/11/2023).

“Malang ini termasuk pertumbuhan ekonomi yang paling pesat, yakni 6,32 persen. Lebih tinggi dari Jatim 5,34 persen, dan nasional 5,31 persen,” paparnya.

Dari 6,32% tersebut, sambung Eko, 85%-nya disumbangkan oleh pelaku ekonomi kreatif (ekraf) yang sejalan dengan MCC. Ia menambahkan, produk mamin menjadi nomor satu tumbuhnya ekonomi.

“Di Malang pertumbuhan penduduk pesat. Karena banyak mahasiswa. Faktor paling dominan penunjang pertumbuhan ekonomi itu adalah pelaku ekraf di bidang makanan dan minuman,” ungkapnya.

Ia menambah, tingginya kebutuhan mamin selaras dengan pertumbuhan penduduk. Mamin dari pelaku ekraf inilah yang turut menyumbang perputaran perekonomian secara cepat. Maka, tak heran pelaku ekraf dan UMKM yang ada di wilayah-wilayah Kota Malang, terbilang cukup besar.

“Pelaku ekraf di Malang ini jumlahnya mencapai 80 ribu. Sedangkan yang sudah kami kurasi sekitar 21 ribu. Dari jumlah tersebur, yang sudah berizin, tercatat 6100,” tutupnya.

Baca Juga : klik disini 👇  Cempaka-Cargill-USAID Luncurkan CITASAMA: Seribu Hektar untuk Seribu Manfaat

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!