Lumbung Berita
NEWS TICKER

Bikin Sesak, Warga Keluhkan Asap Pembakaran Briket di Gempol

Selasa, 28 Mei 2024 | 2:28 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-Berita.com
Sebuah tempat pembakaran Briket di Dusun Raos, Desa Carat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan membuat warga sekitar gerah. Pasalnya asap pembakaran membuat sesak napas dan mengganggu aktivitas warga.

Salah satu korbannya adalah Pr. Pria asli Raos ini menuturkan kepada Lumbung Berita, Minggu (26/5), asap membuat dia dan penghuni rumah lainnya terganggu.

“Sangat mengganggu. Memang tak ada bekas abunya, tetapi asap itu berbau. Baunya khas dan membuat sesak napas,” tutur bapak dua anak tersebut.

Menurut informasi di kalangan warga, asap tersebut berasal dari pembakaran kulit kemiri untuk dijadikan briket.

Tempat pembakaran itu tak jauh dari permukiman warga. Bila ditarik garis lurus, berjarak kurang dari 1 km. Usaha pembakaran itu diketahui masih milik warga Carat sendiri, yakni Ed dan Ad.

Pr meneruskan, sejatinya yang dirasakan warga terjadi mulai awal 2024. Tiap sore, asap tebal membumbung keluar dari arah tempat pembakaran.

Namun, belakangan asap makin menjadi. Pemilik usaha seolah sengaja menyamarkan asap dengan memindah jadwal pembakaran.

Baca Juga : klik disini 👇  Sidang ke Delapan Soal Sertifikat, ini Kata Kuasa Hukum Tergugat..!!

“Dulu pembakarannya sore. Tapi akhir-akhir ini pembakaran dilakukan malam hari. Kayak sengaja biar asapnya gak diketahui warga,” ungkapnya.

Warga sempat protes dengan mengadukan ke Kepala Desa. Sempat juga difasilitasi bermediasi dengan pihak pengusaha pada 2 Mei 2024.

Dalam mediasi tersebut pihak pengusaha sepakat untuk mengurangi asap secara maksimal dan secepat mungkin.

“Tapi faktanya usai mediasi asap malah makin tebal. Ini kami berupaya melaporkan terus ke Pak Kades,” paparnya.

Sementara itu di lain tempat, Kades Carat Fatoni mengakui telah mendapat keluhan lagi dari warganya. Pihaknya berjanji akan tetap memantau perkembangan hasil mediasi tersebut.

“Awal Mei sudah dimediasi dan disepakati poin-poinnya. Hasil mediasi jelas kami pantau terus. Apakah memang (asap) berkurang apa tidak,” ujarnya.

Fatoni melanjutkan, dirinya paham pihak pengusaha membutuhkan waktu untuk mengurangi asap. Namun, dirinya juga tak mau warganya yang menjadi korban.

“Intinya kami mempersilakan siapapun untuk mengembangkan usahanya di Carat, tetapi jangan sampai warga yang menerima dampak negatifnya. Kalau masih terus dikeluhkan, tentu kami tidak akan tinggal diam,” tukasnya.

Baca Juga : klik disini 👇  Pencuri Kabel di PT. Cimory di Tangkap Polsek Purwosari

Sampai berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari pihak pengusaha. Lumbung Berita sempat mengunjungi lokasi pembakaran pada Minggu (26/5), tapi tak ada orang di lokasi.

Lalu dua nama yang disebut-sebut sebagai pemilik usaha (Ed dan Ad), tidak merespon pesan yang dikirimkan awak media. Pesan Whatssapp untuk Ed bahkan hanya centang satu.

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!