Lumbung Berita
NEWS TICKER

BLT-DD Andre dihapus, LSM Garda Nusantara Angkat Bicara

Selasa, 29 Desember 2020 | 5:55 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Pencairan bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD) tahap terakhir di Desa Toyaning, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan menyisakan pilu bagi Novi Andrianto (43).

Pasalnya, pria yang berpenghasilan tak menentu ini dihapus dari daftar penerima bantuan. Padahal dipencairan sebelumnya, namanya masih terpampang jelas.

“Bantuan yang pertama hingga ke tiga sebesar Rp600.000,00 perbulan saya dapat Mas, tapi selebihnya tidak dapat,” tutur pria yang akrab disapa Andre tersebut.

Namun, warga Dusun Ploso RT 02, RW 05 ini mengaku, kemarin malam (28/12/2020) didatangi oleh oknum RT dan RW.

Oknum tersebut menyodorkan surat pernyataan bermeterai berisi penolakan untuk menerima bantuan BLT DD periode Oktober-Desember.

“Tadi sekira pukul 19.30 WIB, tahu-tahu Pak RT sama Pak RW datang ke rumah dan meminta saya untuk menanda tangani surat pernyataan penolakan bantuan BLT-DD bulan Oktober-Desember 2020,” jelas Andre.

Dalam penyampaianya, disebutkan bantuan untuk Andre dialihkan kepada orang yang lebih membutuhkan.

Kedua orang tersebut juga mengatakan pengalihan itu sudah berdasarkan hasil musyawarah.

Baca Juga : klik disini  Pantau Prokes, Panglima TNI dan Kapolri Bagikan Masker di Pasar Tanah Abang

“Katanya bantuan milik saya dialihkan pada penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan,” terangnya.

Disisi lain, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garda Nusantara angkat bicara atas munculnya surat penolakan penerima bantuan tersebut.

Menurut Ketua Garda Nusantara, Zainal Arifin, surat tersebut terkesan ada sesuatu yang ditutupi dan tendensius.

“Terkesan tendensius dan seolah-olah ada hal yang ditutupi terkait penyaluran BLT DD di Desa Toyaning,” ungkapnya.

Pria yang kerap dipangggil Zainal ini menambahkan, perubahan penerima bantuan seharusnya melalui musyawarah desa.

Dalam musyawarah itu, sambungnya, pemerintah desa seharusnya menghadirkan kedua pihak terkait. Yakni calon pengganti penerima bantuan dan pihak yang dicoret dari daftar penerima bantuan.

“Hal ini dimaksudkan agar masyarakat mengetahui siapa yang lebih layak menerima bantuan tersebut,” ulasnya.

Pihaknya kini telah melayangkan surat klarifikasi serta permintaan data penerima BLT DD 2020 pada Kepala Desa setempat.

“Ini penting. Sebagai kroscek terhadap penerima bantuan tersebut. Apakah sudah tepat sasaran dan apakah sudah sampai kepada si penerima manfaat,” jelasnya.

Baca Juga : klik disini  Pemdes Sidokare bersama TKSK, mengevakuasi ODGJ

Untuk kelanjutannya, ia masih menunggu iktikad baik dari pemerintah desa Toyaning untuk memberikan data penerima BLT DD.

“Secara prosedur data penerima BLT DD adalah data publik. Tanpa diminta pun pihak desa seharusnya sudah memasang di papan pengumuman yang bisa diakses masyarakat,” tegasnya memungkasi.

Jurnalis : Wijanarko

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!