Lumbung Berita
NEWS TICKER

Cegah Kekerasan dan Pelecehan Anak lewat Pendidikan Seks Sejak Dini

Selasa, 5 Desember 2023 | 4:41 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-Berita.com
Memberikan pendidikan seks sejak dini rupanya bisa menjadi salah satu pencegah kekerasan dan pelecehan terhadap anak. Caranya dengan memberikan aturan sederhana tentang anggota tubuh.

Hal ini dikatakan oleh Plt Kadis Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Pasuruan Luluk Yuli Wulandari saat mendatangi wisuda Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) di Pendopo Wisata Transit Air Panas Kepulungan, Kecamatan Gempol, Senin (4/12/2023).

Dikatakan Luluk, aturan sederhana tersebut dimulai pemahaman anggota tubuh mana saja yang boleh disentuh dan siapa saja yang boleh menyentuh.

“Jadi anak nantinya bisa membedakan. Misalnya, hanya boleh menyentuh tangan. Yang boleh menyentuh misalnya ayah dan ibu. Sedangkan orang lain enggak boleh,” urainya.

Pemahaman tersebut bisa dimulai sedini mungkin. Sepanjang orang tua berinteraksi dengan anak. Ia mencontohkan saat memandikan anak, orang tua bisa berinteraksi sambil menyelipkan pendidikan seks.

“Sepanjang anak bisa interaksi, bisa diterapkan. Seperti saat memandikan, bisa kita ajak ngobrol. Kita ajari. Nah, otomatis itu sudah tertanam. Anak itu mulai kecil kecerdasan sudah ada,” paparnya.

Baca Juga : klik disini 👇  Motifnya Pinjam Uang Tak Diberi: Pembunuh Warga Pakis di Tangkap Polisi Malang

Luluk melanjutkan, tujuan pendidikan ini untuk perlindungan anak di masa mendatang. Anak akan lebih aware dan dampaknya menekan risiko kekerasan dan pelecehan.

“Itu berdampak pada saat si anak dewasa. Saya buktikan di anak saya sendiri. Begitu bisa ngomong, dia sudah tahu dan paham pelajaran itu,” terangnya.

Karena dipandang penting, pendidikan seks sejak dini ini masuk dalam salah satu materi SOTH. Para orang tua diberikan bekal ilmu dalam 13 kali pembelajaran.

“Tiap ada pelajaran, kita kasih PR. Besoknya kita tanya bagaimana. Disitu ada kartu kembang anak juga. Jadi ada nilainya dan ada tindakan lanjut pembelajaran ini bakal diarahkan bagaimana,” bebernya.

Untuk SOTH sendiri, Luluk optimis program ini akan berlanjut. Ia menegaskan tahun ini sudah terbit regulasinya. Dalam regulasi itu, SOTH bisa didanai pakai dana desa.

“SOTH insyaallah lanjut. Karena regulasi dari pusat sudah ada. Payung hukumnya sudah ada. Bisa pakai dana desa. Kalau yang sekarang, sementara masih mandiri,” pungkasnya.

Jurnalis: Adi

Baca Juga : klik disini 👇  Gudang Kertas Terbakar, Sebagian Pandaan Hujan Abu Tipis

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!