Lumbung Berita
NEWS TICKER

Cempaka-Cargill-USAID Luncurkan CITASAMA: Seribu Hektar untuk Seribu Manfaat

Sabtu, 18 Mei 2024 | 9:49 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-Berita.com
Syafi’i ingat betul. Sekitar satu dekade silam, air di Desa Dayurejo pasti mampet jika musim kemarau telah tiba. Kekeringan sudah menjadi barang lazim didesanya.

“Kalau kemarau air pasti enggak lancar. Apalagi kalau kemarau panjang, bisa-bisa mati total,” terang pria berusia 50 tahun tersebut.

Namun, kondisi itu berangsur-angsur teratasi. Sejak beberapa tahun yang lalu, air sudah tak pernah mati. Debit berkurang, iya. Tetapi kalau sampai mati total, sudah jarang terjadi.

“Solusinya mencari lokasi sumber air lagi untuk pasokan warga. Alhamdulillah, sudah enggak pernah mati,” ungkapnya.

Syafi’i mungkin satu dari sekian banyak warga yang menerima manfaat kucuran air bersih dari Gunung Arjuno.

Disadari atau tidak, ketersediaan air di Gunung Arjuno tak lepas dari peran pihak yang peduli dengan kelestarian alam.

Salah satu pihak tersebut adalah Yayasan Cempaka. Sejak berdiri di tahun 2016, Cempaka sudah getol memperjuangkan kelangsungan air di Gunung Arjuno. Sudah tak terhitung berapa banyak perusahaan yang digandeng untuk kegiatan penanaman pohon.

Kini, jalan Cempaka makin terbuka lebar. USAID IUWASH Tangguh (United States Agency for International Development—Indonesia Urban Resilient Water, Sanitation, and Hygiene) resmi berkolaborasi dengan Cempaka dan PT Cargill.

Tentu kolaborasi dengan badan independen dari pemerintahan Amerika Serikat itu tak main-main. Kolaborasi itu ditandai dengan diluncurkannya program CITASAMA (Aksi Iklim dan Lanskap Berkelanjutan).

Peluncurannya digelar di Kedai Cempaka, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jumat (17/5/2024).

Pantauan awak media, beberapa stakeholder hadir dalam peluncuran CITASAMA. Dari Pemkab Pasuruan diwakili Sekda Yudha Triwidya Sasongko. Lalu Direktur Government Relations Cargill Indonesia Arief Susanto dan Koordinator USAID Global Water Nancy Eslick.

Baca Juga : klik disini 👇  Sidang ke Delapan Soal Sertifikat, ini Kata Kuasa Hukum Tergugat..!!

Secara teknis, program ini bergulir selama 3 tahun dan akan dilaksanakan di hulu daerah aliran sungai (DAS) Kedunglarangan. Tepatnya, di area hutan Gunung Arjuno yang meliputi 5 desa di Kecamatan Prigen. Total luas lahannya sebesar 1.108 hektar.

Sebagai pelaksana utama, Cempaka sudah memetakan daerah hulu DAS Kedunglarangan. Rencananya, program ini bakal menanam 200.000 pohon yang 500 hektarnya dikelola secara agroforestri. Kemudian membangun 1.000 sumur resapan dan 5.000 biopori.

Hal itu dilakukan demi mencadangkan air tanah sebanyak 8,5 juta meter kubik per tahun dan mengembalikan fungsi 8 mata air.

“Program ini juga akan mengembalikan fungsi cadangan air Gunung Arjuno. Jadi, untuk ketersedian air bersih dan sanitasi untuk masyarakat lokal,” terang Direktur Eksekutif Yayasan Cempaka Sarifudin Lathif.

Secara matematis, program ini akan memberikan dampak positif kepada 36.105 jiwa. Cempaka juga melibatkan petani lokal dan masyarakat setempat.

Tercatat, lanjut Udin, lebih dari 7.000 petani dan masyarakat lokal termasuk perempuan di dalam komunitas akan secara aktif terlibat dalam CITASAMA.

Sebagai informasi, tiap kali penanaman, Cempaka selalu membawa bibit pohon buah. Selain untuk penghijauan, pohon buah akan menguntungkan petani. Petani bisa memanen buah sembari ikut mengawasi pohon-pohon.

“Selama program berjalan, mereka akan terlibat dalam berbagai program pelatihan dalam pendekatan pertanian regeneratif serta kewirausahaan komoditas hutan berbasis masyarakat,” paparnya.

Tak ketinggalan Cempaka juga bersinergi dengan pemerintah Indonesia dan beberapa universitas. Para civitas akademis akan melakukan penelitian dan pengembangan dokumentasi untuk mengukur potensi penyerapan karbon dan stok karbon.

“Kemitraan ini adalah contoh keterlibatan sektor swasta dan masyarakat sipil dalam menjawab tantangan yang kompleks. Seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan kelangkaan air,” tukas Sarifudin.

Baca Juga : klik disini 👇  Pencuri Kabel di PT. Cimory di Tangkap Polsek Purwosari

Senada dengan Sarifudin, Direktur Government Relations Cargill Indonesia Arief Susanto mengatakan memulihkan akses air bersih dan lahan terdegradasi butuh kolaborasi berbagai pihak.

“Kami memilih bekerja sama dengan Yayasan Cempaka dan USAID IUWASH karena memiliki tingkat komitmen dan keahlian yang sama untuk melaksanakan program ini secara efektif,” bebernya.

Sejatinya, CITASAMA merupakan kelanjutan dari program konservasi hutan di Gunung Arjuno yang dilakukan Cargill.

Sejak tahun 2014, Cargill bersama masyarakat lokal telah menanam 71.500 pohon dari 15 spesies tanaman di 201 hektar lahan Gunung Arjuno.

Sedangkan bersama Yayasan Cempaka, Cargill telah bermitra sejak tahun 2016 untuk kegiatan konservasi dan pemberdayaan masyarakat.

Arif menjelaskan, kemitraan dengan Cempaka telah membuahkan hasil yang signifikan. Penanaman pohon yang dilakukan selama ini sudah banyak memulihkan mata air kering.

Penanaman yang dilakukan Cempaka memang dikonsep secara profesional. Tak sekadar menanam, tetapi juga memastikan pohon hidup.

Setiap berkala kondisi pohon dilakukan pemantauan. Tiap pohon ada barcode dan letak petanya. Pemantauan pun bisa lewat gadget dengan mengunduh aplikasi.

“Bukti penanaman ini bukan seremonial dan hanya memenuhi kewajiban CSR semata, tapi memang ada tujuan besar. Ada kebutuhan air bagi masyarakat dan industri di sekitar lokasi. Efeknya sangat luar biasa,” jabarnya.

Yang bikin kagum, komitmen Cargill rupanya sudah terkonsep hingga 2030. Arif menambahkan, komitmen Cargill adalah memberikan dampak positif terhadap air dalam kegiatan operasional perusahaan, rantai pasokan, dan masyarakat.

“Kami berharap dengan melakukan upaya kolektif akan memberikan dampak dalam aspek perlindungan iklim, cadangan air dan peningkatan taraf hidup masyarakat,” harapnya.

Baca Juga : klik disini 👇  RSUD Bangil Launching Layanan Baru "Holistic"

Sementara itu, Koordinator USAID Global Water Nancy Eslick mengapresiasi kolaborasi 3 serangkai tersebut. Menurutnya, kerjasama ini dapat memajukan stabilitas dan kemakmuran.

“Selama bertahun-tahun kami merasa terhormat dapat mendukung inisiatif air, sanitasi dan lingkungan hidup yang luar biasa di Indonesia,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Nancy ini melanjutkan, kemitraan bersama Cargill dan Cempaka makin menegaskan komitmen Amerika Serikat terhadap pengelolaan dan pelestarian untuk masa depan.

“Minggu depan saya akan mengikuti Forum Air Sedunia di Bali. Kami akan membawa kemitraan ini sebagai contoh bagaimana pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil bisa bersama-sama mengatasi masalah kompleks,” ucapnya bangga.

Apresiasi berikutnya datang dari Pemkab Pasuruan. Sekda Yudha Triwidya Sasongko mengakui kawasan hulu di Kabupaten Pasuruan memang butuh perhatian.

Konservasi, lanjut pria yang akrab disapa Yudha ini, menjadi kewajiban mutlak yang harus dilakukan. Terutama menjaga pasokan air bersih untuk generasi berikutnya.

“Itu tanggung jawab bersama. Baik pemerintah pusat, daerah, perusahaan, dan juga insan pers. Mari bersama-sama menggelorakan semangat kolaborasi ini untuk kebaikan anak cucu kita,” pungkasnya.

Ya, aksi-aksi yang dilakukan Yayasan Cempaka dan Cargill selama ini memang layak diapresiasi. Tak hanya bekerja sendiri, tetapi juga melibatkan masyarakat sekitar.

Outputnya jelas, menjaga alam tetap lestari dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman.

Bila yayasan semacam Cempaka dan perusahaan semacam Cargill tak memulainya, mungkin sampai sekarang masih banyak Syafi’i-Syafi’i lain yang menggerutu karena air di rumahnya mampet. (adv)

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!