Lumbung Berita
NEWS TICKER

Datangi Kejaksaan Negeri Pasuruan, ini Kata Beberapa LSM..!

Rabu, 9 Juni 2021 | 4:00 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Sejumlah aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) kembali mendatangi Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan, Rabu (09/06/2021).

Kedatangan mereka guna mempertanyakan progres kasus pemotongan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Kemenag RI.

Ketua Umum Aliansi Masyarakat Cinta Damai (AMCD), Hanan mengatakan kedatangan mereka juga untuk menyerahkan tambahan data.

Data itu, menurut Hanan, adalah data penerima bantuan yang dicairkan pada tahap I yang tidak dipublikasikan pada website Kemenag RI.

“Data yang kami berikan itu merupakan data pencairan tahap I. Data tersebut tidak dipublikasikan di website Kemenag. Lain halnya dengan Bantuan Tahap 2, 3, dan 4 yang bisa diakses masyarakat luas,” Katanya.

Disisi lain Lujeng Sudarto, Direktur Pusat Studi dan Advokasi Kebijakan (Pusaka) menilai kasus ini masif dan terstruktur. Bukan tidak mungkin, sambungnya, akan ada aktor intelektualnya.

“Karena kalau tidak ada yang mendesain, itu terdengar seperti tidak masuk akal,” Ucap pria berkacamata tersebut.

Ia dengan tegas menggarisbawahi bahwa Kemenag seharusnya memiliki data pesantren, TPQ, dan Madin. Ia juga mempertanyakan status anggota legislatif yang justru bertindak sebagai eksekutif.

Baca Juga : klik disini  "Gowes To Sumber Tetek" di Ikuti Bupati Pasuruan dan Pengusaha

“Mestinya institusi resmi seperti Kemenag memiliki database pesantren, TPQ dan Madin. Lalu kenapa tenaga ahli dan relawan salah satu anggota DPR RI melakukan pendataan. Pertanyaan sederhana, anggota legislatif memiliki otoritas apa untuk mengeksekusi. Ini kan sudah tidak masuk akal,” Terang Lujeng.

Lujeng melanjutkan, mestinya pendataan dilakukan oleh Kemenag. Namun, kenyataan di lapangan malah dilakukan oleh perorangan yang tidak memiliki kewenangan.

“Jadi dari sini saja sudah bisa di telisik, motifnya apa. Harapan kami, Kejari mampu menyeret yang pendesain dan penerima. Karena dari sudut pandang kami ada yang mendesain dan menerima uang. Bahkan ada yang tidak mendesain tapi menerima uang lebih banyak,” Paparnya.

Sementara itu Kasi Intel Jemmy Sandra menyatakan penyelidikan terkesan lamban dikarenakan banyaknya lembaga yang perlu dimintai keterangan. memerlukan waktu lama karena perlu kehati hatian,

“Kita pelan-pelan tapi bukan lamban. Kita perlu waktu dan kehati-hatian agar proses penyelidikan ini lebih matang dan nantinya ketika naik ke tahap penyidikan, prosesnya bisa lebih cepat,” Tutupnya.

Baca Juga : klik disini  DPC-KNCI Malang Raya Baksos dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu

Jurnalis : Samhuri

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!