Lumbung Berita
NEWS TICKER

Delapan Bulan Belum Tuntas, Pengacara Suci Angkat Bicara

Kamis, 25 Februari 2021 | 6:44 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Soegeng Hari Kartono salah satu pengacara dari Suci Devita Aristianti (32) mempertanyakan perkembangan kasus klien nya yang hingga kini dalam penanganan penyidik Polresta Pasuruan.

Pihaknya mempertanyakan hal tersebut, karena laporan kasusnya sendiri sudah masuk ke Polresta Pasuruan tertanggal 11 Juni 2020, atau sudah berjalan 8 bulan.

Baca Juga : klik disini  Jalan Rusak di Wonosunyo Gempol Dikeluhkan Warga
Baca Juga : klik disini  Belasan Pelanggar Prokes Terjaring di Kepulungan Gempol

“Kami hanya menanyakan mengenai prosesnya dilalui, serta progres dari penanganan atas laporan ini. Karena sebulan yang lalu, saya mendapat informasi melalui surat yang dikirim, bahwasanya terlapor A/n Zamroni sudah berubah status dari saksi menjadi tersangka,” ucapnya via telfon seluler.

Sebagai informasi, Suci Devita Aristianti, warga Desa Pager, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan adalah korban pencemaran nama baik oleh seorang pria warga Grati berinisial Z.

Z yang tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil dilaporkan karena diduga mengunggah foto Suci Devita dengan disertai kata-kata berisi tuduhan melarikan uang study tour. Kalimat tersebut berisi seperti berikut:

“Hati-hati terhadap kedua orang yang berbaju batik cokelat dan baju putih di atas. Kedua orang itu mengatasnamakan travel telah melarikan uang study tour di dua lembaga SMP negeri di Kabupaten Pasuruan. Dan sudah ditangkap Polresta Pasuruan. Waspada!!! Tolong share ke grup yang Anda punya agar tidak terjadi korban-korban berikutnya”.

Soegeng kini berharap kasus yang telah mencoreng nama baik kliennya segera dilakukan proses pemberkasan (P-21) agar bisa dilimpahkan ke Kejaksaan untuk disidangkan.

“Kami harapkan agar kasus ini segera dilimpahkan ke Kejaksaan dan segera bisa disidangkan, mengingat klien kami kan tidak merasa dan memang tidak melakukan
seperti yang dituduhkan terlapor,” Imbuh Soegeng

Menurutnya, terlapor Z sudah ditetapkan sebagai tersangka, terancam dijerat dengan pasal 27 ayat 3 Undang Undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang Undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi electronik.

“Kami ingin klien kami mendapatkan kepastian hukum serta di segerakan pemberkasan terhadap perbuatan yang dilakukan oleh tersangka, sehingga nama baik klien kami kembali pulih,” pungkasnya.

Jurnalis : Samsul A.

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!