Lumbung Berita
NEWS TICKER

Dewandaru : Pohon Sakti Yang Kaya Khasiat Tumbuh di Lereng Gunung Arjuna

Selasa, 1 Desember 2020 | 9:00 am
Reporter: Shofwatul Qolbiyah
Posted by: Redaksi


Jatim,lumbung-berita.com

Gunung Arjuna dengan ketinggian 3.339  Meter di atas permukaan laut (mdpl) merupakan Gunung berapi istirahat yang berdiri di atas tiga wilayah administratif yaitu Kabupaten Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Pasuruan.

Selain menyajikan keindahan dan kesejukan alam pegunungan, Gunung Arjuna juga memiliki vegetasi yang beragam di samping kanan-kiri jalan setapaknya. Namun, dari sekian banyak jenis vegetasi hanya satu jenis tanaman yang menarik perhatian. Saat menapaki jalan menuju pos II pendakian Arjuna via Tambakwatu. Di samping kiri jalan akan menemukan tanaman Dewandaru di antara pekarangan pohon Alpukat.

Tanaman Dewandaru tersebut tidak lebih dari tiga pohon yang tumbuh tinggi hampir 2 Meter. Meskipun hanya berjumlah sedikit, warna merah segar dari buah pohon Dewandaru dapat memecah kehijauan tanaman di sekitarnya. Dewandaru atau dikenal dengan sebutan Cermai belanda merupakan jenis tanaman perdu. Buahnya berbentuk bulat bergelombang dengan warna merah segar. Di kalangan masyarakat, pohon Dewandaru diyakini sebagai tanaman yang mempunyai petuah sakti karena mitos-mitos yang berkembang. Meskipun demikian, ditinjau dari kacamata kesehatan pohon Dewandaru tidakk kalah sakti berkat kandungan khasiat dan manfaat yang berguna bagi perkembangan metabolisme tubuh.

DEWANDARU DALAM PEWAYANGAN DAN MITOS
Dewandaru dalam bahasa Sanskerta berasal dari kata ‘Dewa’ dan ‘Handaru:wahyu’ yang berarti dewa pembawa wahyu. Dalam lakon pewayangan, Dewandaru menceritakan tentang perebutan wahyu antara Kurawa dan Pandawa. Dikabarkan jika akan ada sebuah wahyu yang turun ke Bumi. Wahyu tersebut bersemayam dalam wujud manusia bernama Rsi Dewandaru. Barangsiapa yang berhasil mendapatkan wahyu tersebut maka akan menjadi orang terpilih untuk menjaga ketentraman dunia. Dewandaru tersebut konon turun di Gunung Mahendra.

Baca Juga : klik disini  Cangkringmalang Beji Gelar Selamatan Desa

Kurawa yang diwakili oleh Duryudana berusaha mendapatkan wahyu tersebut dengan meminjam ajian Candrabirawa milik prabu Salya. Sementara dari pihak Pandawa, diwakili oleh Arjuna yang mempunyai kecakapan dalam olah tapa dan sering menerima wahyu.

Dalam upaya tersebut, Duryudana dibantu oleh Dorna untuk melakukan tipu muslihat kepada Arjuna. Durna kemudian menyuruh Burisrawa untuk berubah wujud menyerupai perempuan dengan nama Sri Sumilih. Tugas Sri Sumilih adalah menggoda Arjuna agar gagal mendapatkan wahyu.

Berangkatlah kedua lakon tersebut menuju Gunung Mahendra untuk memperoleh wahyu. Ternyata yang ingin mendapatkan wahyu Dewandaru bukan hanya Pandawa dan Kurawa saja. Ada satu tokoh yang berasal dari kerajaan Tawang Gantungan bernama Godayitma yang juga ingin memperoleh wahyu.

Dengan tipu muslihatnya, ia kemudian merubah wujud menyerupai Arjuna. Dengan harapan dapat mengelabuhi Rsi Dewandaru sang pemegang wahyu. Di tengah perjalanan Burisrawa yang menyamar menjadi Sri Sumilih bertemu dengan Arjuna Palsu. Tanpa menunggu waktu, Burisrawa membawa Arjuna palsu untuk diserahkan kepada Duryuduna yang sudah bersiap dengan ajian Candrabirawa nya. Arjuna palsu tidak dapat mengelakkan ajian Candrabirawa dari Duryudana sehingga wujudnya berubah menjadi Prabu Godayitma. Karena merasa malu, Prabu Godayitma kembali pulang menuju kerajaan Tawang Gantungan.

Baca Juga : klik disini  Penggedar Sabu di Njelakrejo di Ringkus Satresnarkoba Polresta Pasuruan

Sementara itu, Arjuna sudah sampai di tempat Rsi Dewandaru. Akan tetapi sang Rsi tidak mau begitu saja menyerahkan wahyu tersebut kepada Arjuna. Perang tanding adu kesaktian adalah jalan satu-satunya. Arjuna yang pilih tanding dalam panah-memanah ternyata tidak cukup sakti untuk mengalahkan Rsi Dewandaru. Merasa sudah kalah Arjuna pun pulang ke kerajaan Amarta menmui kakaknya Puntadewa (Yudistira).

Rsi Dewandaru mengejar Arjuna yang melarikan diri ke Amarta. Perang tanding beralih antara Yudistira dengan Rsi Dewandaru. Berkat kesaktian Yudistira, Rsi Dewandaru dapat dikalahkan. Karena terdesak kekalahan Rsi Dewandaru akhirnya menjelma masuk ke dalam pohon beringin di alun-alun Amarta.

KHASIAT DAN MANFAAAT DEWANDARU
Pohon Dewandaru atau Cermai belanda memiliki nama latin Eugenia uniflora. Ketika masih muda buah Dewandaru berwarna hijau dan semakin matang akan berubah kuning, orange, dan merah segar. Meskipun rasa buah yang asam, ternyata kandungan khasiat dalam buah Dewandaru sangat berguna bagi Kesehatan tubuh. Berikut akan kami ulas terkait khasiat dan manfaat dari buah Dewandaru:

Baca Juga : klik disini  Santalantas Polresta Pasuruan Pasang Banner Himbauan di Jalur Black Spot

• Mencegah berkembangnya radikal bebas dalam tubuh
Dewandaru yang berwarna orange dan merah menunjukkan adanya kandungan senyawa karotenoid. Senyawa karotenoid ini berfungsi sebagai antioksidan yang dapat menetralisir radikal bebas yang berkembang di dalam tubuh. Pencegahan terhadap berkembangnya radikal bebas dapat meminimalisir resiko penyakit jantung dan stroke.

• Menambah imunitas tubuh
Kandungan vitamin A dan C dalam buah Dewandaru dapat menambah imunitas tubuh dan melawan inveksi bakteri. Kandungan vitamin C juga memberikan manfaat bagi Kesehatan mata. Sedangkan vitamin A dapat membantu peremajaan permukaan kulit saat mengalami pengeriputan.

• Kandungan Melatonin
Melatonin adalah hormon yang diproduksi kelenjar pineal di bagian otak. Hormon Melatonin berfungsi untuk mengatur siklus tidur dan bangun seseorang. Apabila buah Dwewandaru dikonsumsi secara teratur dapat menjaga kualitas tidur dengan baik.

• Mengurangi tekanan darah tinggi (hipertensi)
Khasiat yang terkandung dalam buah Dewandaru tidak hanya pada buahnya saja. Daun pohon Dewandaru juga memiliki khasiat penting. Daun Dewandaru mengandung zat antihipertensi yang berfungsi sebagai penurun tekanan darah. Dalam penyajiannya biasanya daun Dewandaru diolah menjadi campuran dalam teh.

Demikian sekilas ulasan tentang pohon Dewandaru. Terlepas dari petuah sakti dan mitos-mitos, pohon Dewandaru memang memiliki kesaktian (baca: khasiat) dalam membantu perkembangan metabolisme dan menjaga kesehatan tubuh. Semoga bermanfaat ..

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!