Lumbung Berita
NEWS TICKER

Donasi Semeru ala Paguyuban Lumbangrejo: Galang Dana Sekaligus Imbau Tertib Berlalu Lintas

Minggu, 12 Desember 2021 | 11:27 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com 

Apa yang dilakukan oleh Paguyuban Dusun Lumbangrejo, Desa Lumbangrejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan ini layak diapresiasi.

Minggu siang (12/12/2021), beberapa anggota Paguyuban tersebut menggalang dana untuk korban erupsi Gunung Semeru. Mereka melakukannya di Simpang Tiga Sumberwekas, Desa Lumbangrejo.

Mulai pukul 10.00 WIB, mereka sudah berdiri di Simpang Tiga tersebut. Sebuah banner bertuliskan “Pray For Semeru”, mereka bentangkan di tengah-tengah persimpangan sambil mulai menggalang dana.

Yang menarik, mereka tak hanya menyodorkan kotak kardus kosong untuk donasi, tapi juga mengimbau kepada pengguna jalan dari arah Trawas untuk berbelok ke arah Gajahrejo.

Sudah jamak diketahui, para pengguna jalan yang akan menuju Prigen lebih memilih via Jurang Ampel dari pada harus lewat Gajahrejo. Umumnya karena mempersingkat jarak.

Padahal di jalur tersebut sudah dilabeli “blackspot” alias rawan kecelakaan. Tak terhitung sudah berapa kali kecelakaan terjadi di sana. Tak jarang sampai merenggut nyawa.

Di persimpangan tersebut juga sudah terpasang tanda “Stop”. Malahan ada dua tanda, di kanan dan kiri jalur menuju Jurang Ampel.

Baca Juga : klik disini  Tiga Pentolan LSM Pasuruan Timur Desak Usut Dugaan Pengondisian Proyek

Artinya, jalur tersebut jalur satu arah. Khusus untuk kendaraan dari Prigen menuju Trawas. Namun, pengguna jalan tetap tak menghiraukan.

“Ini kan jalan satu arah. Seharusnya seluruh kendaraan belok ke arah Gajahrejo. Bukan lewat jalur Jurang Ampel,” ujar Koordinator Penggalangan Dana, Kusno.

Konsep penggalangan dana di Simpang Tiga Sumberwekas tersebut diakui Kusno datang darinya. Ia prihatin dengan minimnya kesadaran pengguna jalan untuk tertib berlalu lintas.

“Makanya kami bikin galang dana di sini sekalian mengajak pengguna jalan untuk tertib berlalu lintas,” tutur pria berusia 50 tahun tersebut.

Ajakan tersebut lumayan efektif. Sepantauan Lumbung Berita di lokasi, mayoritas roda empat dan dua menaati imbauan mereka. Meski begitu, tetap saja ada yang ngotot memilih lurus via Jurang Ampel.

“Kami cuma mengimbau untuk tertib berlalu lintas. Yang ngotot minta lurus, ya sudah kami biarkan. Karena itu sudah bukan kewenangan kami,” terang Kusno.

Salah satu pengguna jalan yang ditemui awak media mengakui jalur Jurang Ampel satu arah, khusus untuk kendaraan dari arah Prigen. Namun, pria bernama Hendrik itu memilih tetap menerjang aturan tersebut karena sudah terbiasa tiap harinya.

Baca Juga : klik disini  Pasca Gempa 6,7 SR, H.Jurianto Tinjau Rumah Milik Warga Tutur Yang Ambruk

“Sebetulnya juga tahu kalau ada tanda larangan melintas. Tapi gimana ya, sudah kebiasaan lewat di Jurang Ampel. Tiap hari saya lewat sini. Kalau lewat Gajahrejo, lebih jauh,” ungkap Warga Duyung, Trawas tersebut.

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!