Lumbung Berita
NEWS TICKER

Dugaan Pungli E-KTP di Wonosunyo: Oknum Perangkat Pamit Mundur, Camat Perintahkan Pembinaan

Jumat, 26 Januari 2024 | 3:36 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-Berita.com
Usai dituding melakukan dugaan pungli E-KTP, oknum Perangkat Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Purnanik akhirnya buka suara.

Ditemui Lumbung Berita pada Rabu (24/1/2024) perempuan berjilbab ini menyatakan siap mundur dari Operator Kios E-Pak Ladi (Pelayanan Kependudukan Langsung Jadi secara Elektronik).

“Dengan kerendahan hati dan keikhlasan hati, karena sedang dalam sorotan, saya secara ikhlas siap melepas jabatan sebagai Operator Kios E-Pak Ladi,” tuturnya.

Purnanik menceritakan, selama ini dirinya berusaha semaksimal mungkin melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Termasuk juga memberikan arahan alur pengurusan secara mandiri.

“Setiap warga yang mau mengurus KTP, selalu saya berikan arahan. Alurnya kemana saja. Nanti setiap tempat yang dituju tidak dipungut biaya,” paparnya.

Namun, banyak juga yang enggan mengurus sendiri. Mereka lebih memilih terima jadi dan memasrahkan segala urusan kepada Purnanik.

Warga yang meminta begini biasanya diajak berunding mengenai biaya untuk transportasi. Sebab, biaya transportasi tidak di-cover oleh anggaran manapun.

“Saya ajak berunding. Setelah sepakat besaran biaya, baru saya berangkat. Tidak langsung saya pukul rata sekian rupiah. Tapi saya komunikasikan dulu,” bebernya.

Baca Juga : klik disini 👇  Ketum LSM P-MDM (Gus Ujay) Mengapresiasi Kinerja Polsek Purwosari

Namun, ia pasrah bila yang ia lakukan selama ini dianggap melakukan pungli. Ia legawa kalau harus diganti. Baginya, yang terpenting Wonosunyo tetap kondusif.

“Jangan sampai karena sorotan kepada saya ini, image Wonosunyo jadi jelek. Saya sangat legawa kalau harus meletakkan jabatan sebagai Operator Kios E-Pak Ladi,” terangnya.

Tak hanya siap digeser, ia pun juga sudah menemui Kades Wonosunyo. Ia utarakan maksud pengunduran dirinya sekaligus berpamitan.

“Sudah saya temui dan komunikasikan dengan Pak Kades. Saya tinggal menunggu keputusan dari beliau. Apapun keputusannya, saya terima,” ujarnya sambil tersenyum.

Sementara itu, di tempat yang berbeda, Kades Saleh mengakui telah mendengar sorotan kepada Purnanik. Dirinya akan mempertimbangkan segala masukan yang ada sebelum mengambil keputusan.

“Yang bersangkutan sudah bilang ke saya. Keputusan ganti atau tidak, harus benar-benar cermat. Memang butuh waktu. Saya harus komunikasi dan berkoordinasi dulu dengan BPD dan perangkat lainnya,” jelasnya.

Saleh menjabarkan, Purnanik dipilih sebagai operator karena yang bersangkutan menguasai Kios E-Pak Ladi. Hampir tak ada kendala teknis pelaksanaan selama yang bersangkutan menjadi operator.

Baca Juga : klik disini 👇  Lika-Liku Sampah di Randupitu (1): Dari Pempes Terwujudlah Penghargaan

Sedangkan untuk mencari pengganti Purnanik juga tak boleh sembarangan. Minimal, sambungnya, sang pengganti menguasai teknologi. Selain itu, operator juga harus siap standby di Balai Desa.

“Operator pengganti minimal harus menguasai teknologi. Paling tidak kemampuannya setara dengan Purnanik. Agar pelayanan tak carut marut. Selain itu harus siap setiap saat standby di Balai Desa,” tegasnya.

Sedangkan menurut Camat Gempol, Komari, pihaknya sudah memanggil Kades Wonosunyo. Ia memerintahkan segera ada pembinaan. Termasuk bila memang harus mengganti operator.

“Kepala Desa sudah saya panggil. Saya minta segera diberi pembinaan. Kalau memang terbukti (dugaan pungli), ya segera harus dibereskan,” ungkapnya.

Sebagai Camat, dia mempercayakan penuh dan menghormati keputusan Kades. Dia hanya meminta, kejadian ini jangan sampai membuat pelayanan terganggu.

“Yang terpenting, jangan mengganggu aktivitas pelayanan kepada masyarakat. Sejauh ini saya lihat pelayanan masih jalan dengan baik. Tidak terpengaruh dengan kejadian ini,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan warga Wonosunyo gerah dengan pengurusan E-KTP di desanya. Warga menduga ada pungli.

Baca Juga : klik disini 👇  Lika-Liku Sampah di Randupitu (1): Dari Pempes Terwujudlah Penghargaan

Pasalnya, setiap pembuatan E-KTP, dikenai biaya 50 sampai 150 ribu. Warga menuding salah satu perangkat, Pr (operator Kios E-Pak Ladi), menjadi aktor pungli ini.

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!