Lumbung Berita
NEWS TICKER

Dugaan Sapi Mati (Bangkai) di Potong di RPH

Sabtu, 23 Juli 2022 | 12:42 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

 

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Warga Pasuruan khususnya wilayah Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan resah adanya dugaan sapi mati (Bangkai) di potong di Rumah Potong Hewan (RPH) Sub UPTD Sukorejo pada 12 Juli 2022.

Menurut narasumber yang namanya enggan di mediakan menyampaikan bahwa, sapi dalam keadaan mati di bawa oknum dari wilayah Kecamatan Tutur.

“Blantik MT asal Desa Sumberpitu dan jagal SR asal Sukorejo. Sapi itu di bawa oknum dari Sumberpitu dalam keadaan sudah mati, tapi untuk mengsiasati pedagang daging, sapi harus di potong dan di potong di RPH sub UPTD Sukorejo,” kata narasumber.

Masih kata narasumber, sapi mati yang di potong di RPH sekitar 5 ekor. Mereka membeli sapi keadaan sakit dan mati dengan harga relatif murah, sekitar 1,5 hingga 3 juta rupiah.

“Mereka ambil kesempatan adanya PMK ini. Bangkai kok di manfaatkan buat makhluk hidup,” tambahnya.

Adanya kabar sapi mati di potong di RPH Sub UPTD Sukorejo, mendapat reaksi keras dari Ketua Paguyupan Pedagang d
Daging Pasuruan Raya, Habibi, Jumat (23/07/22).

Baca Juga : klik disini  Waspada Aksi Kejahatan dalam Bus Jurusan Malang - Blitar, Polres Malang Beri Himbauan dan Antisipasi

Pria asal Dusun Godong, Desa Sebandung, Kecamatan Sukorejo menyampaikan kalau ia mengecam kejadian tersebut dan mendatangi lokasi RPH.

“Sangat tidak elok sapi mati tapi tetap di potong, ini sama saja merusak pedagang daging di Pasuruan Raya. Kami pedagang daging yang kena imbasnya,” ungkap Habibi.

Pemilik Bakso sapi yang berada di Desa Karangrejo, Kecamatan Purwosari ini merasa miris terhadap Satgas PMK Kabupaten Pasuruan dan dinas terkait, dengan adanya sapi mati di potong di RPH.

“Tolong pengelolah RPH jangan asal terima blantik atau orang yang mau motong sapi, liat dulu sapi itu layak apa tidak, bila perlu tanyakan SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan),” harap pria bermata sipit.

Oknum MT dan SR ini harus bertanggung jawab. Semoga aparat penegak hukum bertindak adanya kejadian ini,” tutup Ketua Paguyupan Daging Pasuruan Raya.

Sementara itu Kepala RPH Sub UPTD Sukorejo, Rifai, menyampaikan permintaan maaf. Pasalnya, ia tidak mengetahui kalau sapi tersebut dalam keadaan mati.

“Sudah kami kubur sapi tersebut. Saya minta maaf atas keteledoran saya,” ucap Rifai.

Baca Juga : klik disini  Polres Malang Monitoring Harga dan Ketersediaan Sembako di Pasar Lawang

Warga Pasuruan berharap kepada dinas khususnya Satgas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Kabupaten Pasuruan, agar menunjukkan kinerja yang sudah di gaungkan dan di kukuhkan Satgas PMK Kabupaten Pasuruan.

Jurnalis : Lum-Red.

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA