Lumbung Berita
NEWS TICKER

Farel “Ojo Dibandingke” Viral, Seniman Soroti Krisisnya Lagu Anak-Anak

Rabu, 24 Agustus 2022 | 6:57 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

 

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Viralnya Farel menyanyi lagu “Ojo Dibandingke” di Istana Merdeka ternyata banyak mendapat sorotan dari seniman, Senin (22/8/2022).

Salah satu yang mengkritisi adalah Ketua Forum Pamong Kebudayaan Jawa Timur (FPK Jatim), Ki Bagong Sabdo Sinukarto.

Menurut seniman dengan panggilan akrab Ki Bagong ini, lagu “Ojo Dibandingke” kurang sesuai dengan bocah yang duduk di sekolah dasar.

“Bukan tidak setuju dengan genrenya, tetapi lagu itu kan temanya percintaan. Seharusnya yang membawakan bukan siswa yang duduk di bangku SD,” terangnya.

Dalam berbagai kesempatan, Ki Bagong memang berteriak lantang terkait minimnya karya baru lagu anak-anak. Seperti saat perayaan Hari Musik Nasional di Lamongan.

“Saat itu kami sempat mengangkat tema terkait kondisi lagu anak-anak yang makin jarang terdengar. Ironisnya sekarang malah ada anak menyanyi lagu yang seharusnya menjadi konsumsi pendengar dewasa,” sesalnya.

Lebih lanjut Ki Bagong menjelaskan jika anak punya “dunia” sendiri dan anak-anak bukan miniatur orang dewasa, hal itu terkait juga dengan busana dan lainnya.

Baca Juga : klik disini 👇  Lika-Liku Sampah di Randupitu (1): Dari Pempes Terwujudlah Penghargaan

“Hal ini makin membuktikan jika Indonesia krisis lagu untuk anak-anak,” tegas pria yang juga jago tarik suara tersebut.

Fakta bahwa banyak anak dan murid sekolah —SD/SMP/SMA— yang jarang hafal dan bisa menyanyikan lagu wajib nasional membuat ia mengelus dada.

“Bahkan di kampung-kampung sulit membedakan mana panggung hajatan dan mana panggung 17an,” ungkapnya.

Bagong berharap, pemerintah tanggap terhadap kondisi ini. Ia pun menyarankan Pemerintah lebih sering mengadakan lomba cipta lagu anak maupun kegiatan seni budaya lainnya.

”Pemerintah di semua tingkatan harus tanggap dengan kondisi ini. Caranya bisa dengan membuat kegiatan lomba cipta lagu anak atau memperbanyak kegiatan seni budaya untuk anak-anak” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, yang tak kalah pentingnya adalah juga peran Komnas Perlindungan Anak dan juga KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) untuk ikut memantau kegiatan kebudayaan yang melibatkan anak-anak.

“Tak cukup kami yang berteriak dan beraksi, tetapi pihak-pihak lain juga harus turun tangan. Ini demi kebaikan masa depan anak-anak kita juga,” pungkasnya.

Baca Juga : klik disini 👇  Ketum LSM P-MDM (Gus Ujay) Mengapresiasi Kinerja Polsek Purwosari

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!