Lumbung Berita
NEWS TICKER

Food Estate : BBPP Kota Batu Siap Kolaborasi Dengan Paranusa

Kamis, 7 Januari 2021 | 6:41 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Malang_Lumbung-berita.com
Kolaborasi multisektor untuk meningkatkan produksi dan ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19.

Turut dalam kolaborasi antara lain, pemerintah, petani, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi dan partisipasi masyarakat.

“Dengan kerja sama, sinergi, dan gotong royong semua sektor, produksi pangan akan meningkat signifikan untuk memenuhi kebutuhan nasional dan ekspor,” Kata Komisaris Paranusa Eko Handoko.

Menurut Eko, ada empat pilar ketahanan pangan yang harus menjadi fokus semua pemangku kepentingan. Yaitu, ketersediaan pangan, akses pangan, pemanfaatan pangan, dan stabilitas pangan.

Menurutnya, seringkali ketersediaan pangan ada di petani, namun petani tidak memiliki akses ke pasar mengakibatkan harga pangan di petani murah.

Sementara masyarakat di perkotaan tidak memiliki akses ke sumber pangan, yang mengakibatkan harga pangan mahal.

“Oleh sebab itu, dengan adanya progam kawasan Food Estate berbasis Alpukat Pameling, yang di inisiasi oleh Chairman Jelajah Desa Pangan (JDP) Tony Setiawan, maka Paranusa berusaha memberikan penghasilan dan nilai jual yang pasti kepada petani,” Ucap Eko Handoko via selulernya, Rabu (06/01/21).

Baca Juga : klik disini  Desa Jerupurut Gelar Sembako, 352 Warga Menerima BLT-DD dan Uang Anggaran Tahun 2021

Ditempat terpisah Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, mengungkapkan, lahan di bawah budidaya tanaman Alpukat Pameling itu luas, dan ini berpotensi untuk digunakan dalam membudidayakan tanaman pangan lain.

Hal ini merupakan salah satu bentuk efisiensi penggunaan lahan pertanian,
karena pada saat ini kepemilikan lahan pertanian oleh petani semakin terbatas.

“Jadi sistem tumpangsari merupakan solusi
yang dapat digunakan oleh petani dalam mengelola lahan pertaniannya,” Katanya.

Menurut panggilan Wasis, jagung dan rumput Odott, kedua tanaman tersebut merupakan tanaman ternak dan merupakan tanaman yang dapat digunakan dalam sistem tumpangsari.

“Dengan masa panen yang singkat sehingga itu akan mendapatkan tambahan penghasilan bagi para petani,” Ungkapnya.

Bukan hanya mendapat pengahasilan tambahan, dikatakan Wasis, tumpangsari adalah bentuk pola tanam yang  membudidayakan lebih dari satu
jenis tanaman dalam satuan waktu tertentu.

Tumpangsari ini merupakan suatu upaya dari program intensifikasi pertanian dengan tujuan untuk memperoleh hasil produksi yang optimal, dan menjaga kesuburan tanah, dan kebutuhan pupuk organik petani tidak perlu membeli, jadi secara langsung maupun tidak lansung banyak keuntungan untuk para petani.

Baca Juga : klik disini  DPR-RI dan Provinsi Dukung Slamet Riyadi Menuju Pilkades 2021-2026 Desa Martopuro

“Oleh sebab itu, BBPP Kota Batu akan berkolaborasi dengan Paranusa dan Petani untuk memanfaatkan lahan diantara jarak pohon alpukat, untuk di tanamin jagung. Dan ini akan menjadi kesepakatan antara paranusa dan BBPP Kota Batu dan para Petani,”Pungkas Wasis.

Jurnalis : Ulum.

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!