Lumbung Berita
NEWS TICKER

Forum Pamong Kebudayaan Kabupaten Pasuruan Resmi Terbentuk

Minggu, 13 Desember 2020 | 4:54 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

Ketua FPK Jatim ( Kanan) dan Ketua FPK Kabupaten Pasuruan

Pasuruan_Lumbung-berita.com

Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Kabupaten Pasuruan, hari ini resmi terbentuk (13/12/2020). Prosesi peresmian dilaksanakan di Cafe Kembang Randu, Pandaan.

Semakin spesial karena pengukuhan FPK Kabupaten Pasuruan ini dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi.

“Saya ucapkan selamat kepada Ari Kurniawan yang siang hari ini resmi dilantik menjadi Ketua FPK Kabupaten Pasuruan,” ucap pria yang akrab disapa Andri itu.

Setelah resmi terbentuk, Andri menyatakan siap berkolaborasi dengan FPK Kabupaten Pasuruan. Sambil menyitir salah satu Trisakti Pancasila dari Bung Karno, ia mengajak seluruh masyarakat melestarikan budaya di Pasuruan.

“Sesuai dengan salah satu Trisakti Pancasila, yakni Kepribadian bangsa yg berbudaya, maka kita harus membumikan budaya kita. Saya mewakili lembaga DPRD siap berkolaborasi dengan FPK Kabupaten Pasuruan,” terangnya.

foto : Saat Andri Wahyudi memotong tumpeng di acara peresmian nama DKPP

Gelaran siang tadi bukan hanya peresmian FPK Kabupaten Pasuruan, tetapi juga ada agenda dari Dewan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan. Yaitu melukis on the spot dan pergantian nama dari Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan (DK3P) menjadi Dewan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan (DKKP).

Baca Juga : klik disini  Sari Buah "Asri" Tak Kenal Pandemi

 

“Acara hari ini adalah gabungan antara DKKP dengan FPK Kabupaten Pasuruan. DKKP menggelar dua even yakni melukis OTS (On the Spot) dan juga perubahan nama. Kalau dulu DK3P, maka sekarang DKKP,” tutur Ketua FPK Jatim, Ki Bagong Sabdo Sinukarto.

Pria kerap disapa Ki Bagong ini berharap FPK Kabupaten Pasuruan selalu berkolaborasi dengan dewan kesenian dan lembaga-lembaga kebudayaan lainnya.

“Agar sama-sama dapat mengimplementasikan UU no 5 tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan,” terang pria yang berdomisili di Prigen tersebut.

Menurutnya, banyak yang harus dibenahi di Pasuruan. Terutama cara penerjemahan kebudayaan. Karena sampai saat ini, sambungnya, kebudayaan hanya dipersempit pada unsur kesenian saja.

“Padahal yang sebenarnya ada 10 objek kebudayaan. Maka itu dengan adanya FPK Kabupaten Pasuruan dan DKKP semoga seluruh potensi objek kebudayaan ini sama-sama berjalan, sama-sama mendapat perhatian dan sama-sama bergerak untuk maju kedepan,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua FPK Kabupaten Pasuruan, Ari Kurniawan menjelaskan program yang akan ia terapkan selama menjabat.

Baca Juga : klik disini  Belajar Tatap Muka Siap Dibuka, Ketua DPD Imbau Ada Satgas Covid Sekolah

Pelestarian Kebudayaan ia sebut menjadi program utamanya. Demi lancarnya program tersebut, Ia sudah ancang-ancang akan menyasar seluruh elemen masyarakat.

“Mungkin kita akan keliling ke seluruh Pasuruan untuk memberikan edukasi tentang budaya yang ada di Pasuruan ini. Tak hanya orang tua, tapi anak muda juga akan kita sasar. Agar mereka menyadari pentingnya kebudayaan,” tandasnya.

Setelah seluruh prosesi usai, acara ditutup dengan doa lintas agama. Mulai dari unsur Islam, Hindu, Kristen dan Penghayat Kepercayaan.

Jurnalis : Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!