Sidoarjo_Lumbung-berita.com
Puluhan budayawan yang tergabung dalam Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Sidoarjo menggelar Diskusi Budaya di Sendangagung Desa Urang Agung, Sidoarjo, Senin (9/11/2023).
Acara yang digelar dari siang hingga sore ini merupakan kegiatan rutin FPK setiap bulan dengan lokasi yang berbeda. Utamanya, adalah di situs-situs bersejarah yang ada di Kabupaten Sidoarjo.
“Harapan kami, acara ini bisa memajukan kebudayaan di Sidoarjo dengan mengangkat tema yang berbeda dalam setiap diskusi sekaligus mengenalkan situs bersejarah,” ujar Sekretaris FPK Sidoarjo Ainul Yaqin.
Di tempat yang sama, Ketua FPK Sidoarjo Asri Loly mengatakan topik yang dibahas kali ini terkait dengan filosofi 11 Tembang Macapat.
Menurut mantan Ning Surabaya ini, proses kehidupan manusia sejak dalam kandungan, remaja, dewasa hingga akhir hayat tergambar dalam 11 Pupuh Macapat.
Dicontohkan, ketika dalam kandungan tergambar dalam tembang Maskumambang. Saat percintaan ada dalam tembang Asmaradana.
Lalu menjelang kematian ada tembang Megatruh. Kemudian Pucung menggambarkan saat kematian datang dan sudah dibungkus kafan (Pocong).
“Dari 11 Pupuh Macapat itu tergambar sudah perjalanan hidup seseorang sejak dalam kandungan hingga akan meninggalkan dunia,” jelasnya.
Dihubungi terpisah, Ketua FPK Jatim, Ki Bagong Sabdo Sinukarto mengaku bangga dengan apa yang dilakukan budayawan Sidoarjo. Dirinya berharap, FPK Sidoarjo bisa menjadi motor penggerak tercapainya cita-cita mulia Sidoarjo sebagai Kota Budaya.
“FPK mendukung semua aktivitas, semua rencana dan semua yang bermuara pada pemajuan kebudayaan. Tak peduli siapapun, lembaga apapun, FPK siap berselaras,” tutupnya
Jurnalis: Indra