Lumbung Berita
NEWS TICKER

Gerah Dugaan Pungli E-KTP, Warga Wonosunyo Ingin Oknum Perangkat Diganti

Kamis, 25 Januari 2024 | 4:32 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-Berita.com
Dugaan pungli E-KTP oleh oknum Perangkat Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan membuat sejumlah warga gerah.

Kepada Lumbung Berita pada Selasa, (23/1/2024), salah satu warga, sebut saja Kabul, ingin ada pergantian petugas administrasi kependudukan. Ia menilai oknum perangkat, Pr, sudah layak diganti

“Kita maunya ada pergantian posisi petugas administrasi kependudukan. Biar tidak ada pungli-pungli lagi di Wonosunyo. Karena sudah banyak korbannya,” harap Kabul.

Menurut Kabul, dirinya hanya salah satu dari sekalian banyak korban dugaan pungli. Ia sendiri mengaku jengah dengan biaya pengurusan KTP sebesar 100 ribu.

“Kalau misal saya diarahkan, masih mending. Lah ini enggak ada pemberitahuan alurnya harus kemana. Tahu-tahu langsung ditarik biaya 100 ribu,” jelasnya.

Sama dengan Kabul, seorang warga Wonosunyo lainnya, Ug, mendukung pergantian petugas administrasi kependudukan.

Pengalamannya cukup tidak mengenakan. Ia pernah dimintai biaya 150 ribu untuk pembuatan akta kelahiran dan KK.

“Kalau enggak salah tahun 2020 lalu. Saya urus akta kelahiran anak dan perubahan KK. Saya kena 150 ribu tanpa diarahkan sebelumnya,” ucapnya kesal.

Baca Juga : klik disini 👇  Gudang Kertas Terbakar, Sebagian Pandaan Hujan Abu Tipis

Sementara itu, dikonfirmasi di lain tempat, Perangkat Desa Wonosunyo, Pr, membantah dirinya tak memberi arahan sebelumnya.

Pr menjelaskan, setiap urusan administrasi kependudukan, dirinya selalu memberikan pemahaman tentang alurnya. Semua gratis.

“Seingat saya, saya selalu memberikan pemahaman pengurusan E-KTP. Semuanya gratis. Asal mengurus sendiri. Tapi, kebanyakan warga memilih memasrahkan ke saya,” ungkap Pr.

Karena dipasrahkan, ia pun meminta sejumlah biaya untuk trasnportasi. Biaya tersebut, sambungnya, juga atas kesepakatan dirinya dengan si pembuat KTP.

“Karena biaya transportasi tidak ada dalam anggaran. Jadi harus pakai dana pribadi. Itu juga saya komunikasikan dulu dengan orangnya. Kalau orangnya ‘oke’, baru saya lanjut menguruskan E-KTP nya,” tutupnya.

Sebagai informasi, saat berita ini selesai ditulis, Lumbung Berita sedang bertemu dengan Pr untuk klarifikasi lebih dalam. Untuk penjelasan lebih lengkap dari Pr dan pihak lainnya, tunggu Lumbung Berita edisi besok.

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!