Lumbung Berita
NEWS TICKER

GP Ansor Karangrejo Mengadakan dialog interaktif Dalam Rangka Memperingati Satu Abad NU & launching Program Nalar Ansor dengan tema “NU Menapaki Abad Ke-2 (Melangkah Progresif atau Regresif)

Minggu, 5 Maret 2023 | 9:41 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

 

Pasuruan,Lumbung-berita.com 

Pasuruan- Ketajaman daya pikir dan wawasan yang luas adalah kebutuhan mutlak dalam melebarkan sayap gerakan organisasi. Namun kejernihan nurani dalam diri seorang aktivis sebuah organisasi kepemudaan adalah modal pokok yang tidak bisa diabaikan. Keduanya menjadi aset utama para kader organisasi dalam menentukan suatu sikap atas tantangan zaman modern.

Dalam rangka memperingati 1 Abad NU & launching program NALAR ANSOR yang dikemas dengan tema “NU Menapaki Abad Ke-2 (Melangkah Progresif atau Regresif) yang di selenggarakan di Balai Desa Karangrejo Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, Sabtu, (04/03/23).

Akhmad Fauzi Harjo Wijoyo mengulas balik saat memberikan stetmen dalam diskusi tantangan NU di zaman Bung Karno. NU di tahun 1955, dihadapkan pada pilihan ‘waliyyul amri addaruri bissyaukah’, gelar istimewa yang diberikan NU kepada Presiden Sukarno. Di samping pentingnya berdiskusi secara rasional tentang pemberian gelar ‘waliyyul amri’ untuk Presiden Sukarno, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak lupa mengadakan sembahyang istikharah.

Pembukaan GP Ansor Lauoncing Nalar Ansor menunjuk tema “ NU Menapaki Abad Ke 2 Progresif atau Regresif ”. di buka langsung ketua panitia Lukman Hakim di laksanakan di desa karangrejo dengan Sekurangnya, puluan pemuda GP Ansor berseragam hijau dan bersongkok hitam khas aktivis pergerakan 1945, memenuhi Balai desa karangrejo yang di kemas begitu menarik sehingga banyak pujian dari kalangan MWC, PAC, ISNU, PCI Sementara puluhan Banser, Barisan Ansor Serbaguna, dalam acara tersebut hadir Kepala Desa Karangrejo, Ketua MWC NU, Ketua NU Karangrejo, Ketua PAC ISNU Purwosari, PCI Mesir, BPD, IPNU,IPPNU,GMMI,BEM, dari UniversitasYudharta dan Tokoh Masyarakat.

Baca Juga : klik disini 👇  Aktivis Pasuruan Demo Damai : Londo Main Drama Teatrikal di Gedung Putih

PCI mesir menambahkan,” GP Ansor harus mempertajam nalar dan nurani sehingga terjadi keseimbangan, Ansor di masa depan memiliki ciri khas yang lebih khusus lagi, yaitu ketajaman daya pikir yang pandai melontar argumentasi tetapi juga hati nurani yang matang.

“Kalau sudah berpikir maksimal, maka berserahlah kepada Allah. Faiza azamta, fa tawakkal Alallah. Berpikir dan berpikir. Kalau sudah itu, laksanakanlah, azamta, lalu fa tawakkal alallah,” katanya.

Ia berharap, dengan keseimbangan nalar dan nurani, Ansor memiliki masa depan yang lebih kokoh lagi sebagai keyakinan organisasi. Karena, Ansor adalah gerakan Islam yang berpaham Ahlussunnah wal Jama’ah.” imbunya.

Jurnalis : Mr
Redaksi : Red

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA