Lumbung Berita
NEWS TICKER

Imbauan Prokes di Gempol Dikeluhkan Pelaku Usaha

Minggu, 7 Februari 2021 | 3:55 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Imbauan Prokes di Gempol Dikeluhkan Pelaku Usaha

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Gerakan imbauan tentang protokol kesehatan yang digaungkan Tim Gugus Tugas rupanya memberi sedikit kekurangnyamanan di masyarakat.

Keluhan tersebut muncul dari pemilik Cafe D’jaja, Vicky Ariyanto, Sabtu (06/02/2021). Ia menyatakan kurang nyaman dengan cara petugas memberikan imbauan.

Baca Juga : klik disini  Proyek Penggadaan Pagar SDN Puspo 3 Diduga asal-asalan dan tidak Sesuai RAB
Baca Juga : klik disini  Pilkades Serentak, Sudiono Fauzan Cek TPS di Banjarsari Pandaan

“Setelah petugas masuk ke kafe ini, esoknya banyak yang komentar di akun IG saya. Kebanyakan menanyakan ada obrakan apa enggak. Kalau ada, mereka enggak mau datang ke sini,” ujarnya saat ditemui di kafenya tadi sore.

Vicky menceritakan, kemarin malam, sekira pukul 20.00 WIB, kafenya didatangi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Gempol.

Selama di sana, Tim Gugus Tugas memberikan imbauan tentang protokol kesehatan dan memberikan contoh pemakaian masker kepada salah satu pengunjung.

“Saat itu saya sedang tidak ada di tempat. Saya dapat kiriman video dari karyawan saya. Di video itu, tampak petugas Tim Gugus Tugas memakaikan masker ke pengunjung,” jelas Vicky.

Aksi petugas yang kebanyakan berseragam coklat ini lah yang memancing pengunjung menyudahi acara makannya. Pengunjung, sebutnya, lebih memilih angkat kaki lebih awal.

“Saat petugas masuk, pengunjung banyak yang memilih pulang Mas. Mereka mengira ada obrakan,” sambung mantan Kades Kedungringin, Kecamatan Beji tersebut.

Ia menyayangkan kedatangan petugas pada pukul 20.00 WIB atau satu jam lebih awal dari jadwal tutup kafenya. Padahal kafenya, sambungnya, selalu taat dengan aturan PPKM. Setiap pukul 21.00 WIB ia menginstruksikan karyawannya untuk menutup kafe.

“Setiap pukul 20.00 WIB kami sudah close order. Setelah itu pukul 21.00 WIB, kafe kami tutup. Tidak pernah kami buka sampai larut malam,” terangnya.

Kejadian tersebut menurutnya cukup berdampak terhadap kafenya. Selama masa PPKM saja, ia mengaku kafenya mengalami penurunan pemasukan sampai 85 persen.

“Selama PPKM pemasukan turun 85 persen. Gaji karyawan tetap Mas. Siapa juga yang tega memotong gaji karyawan yang sebagian besar anak yatim,” tuturnya.

Keluhan dari Vicky rupanya memantik reaksi dari mantan tim relawan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Sugito.

Kepada awak media, Sugito menerangkan, sebagai kepanjangan tangan dari Tim Gugus Tugas Kabupaten, Tim Kecamatan memang bertugas menyampaikan dan menertibkan protokol kesehatan.

“Memang itu sudah tugasnya Tim Gugus Tugas Kecamatan. Untuk memberikan imbauan prokes dan mendisplinkan pelanggar prokes,” paparnya.

Namun ia tak menutup mata dengan beberapa ketidaknyamanan dari beberapa pengunjung.

“Mungkin pengunjung enggak nyaman dengan kedatangan beberapa petugas yang memakai seragam coklat-coklat. Kesannya ada razia atau obrakan,” ujarnya.

Solusi yang tepat menurutnya adalah mengaktifkan kembali Tim Relawan. Karena saat turun ke lapangan, Tim Relawan tak ubahnya seperti masyarakat biasa. Tanpa seragam kedinasan.

“Mungkin ada baiknya Pemkab mengaktifkan kembali keberadaan Tim Relawan. Karena selama bertugas, Tim Relawan hanya memakai rompi. Jadi pengunjung kafe atau tempat makan, tetap nyaman,” bebernya.

Namun, ia juga menyoroti tugas Tim Gugus Tugas yang seperti berfokus hanya pada batasan waktu operasional. Menurutnya, masih banyak pelanggaran prokes yang terjadi disamping jam operasional.

“Seharusnya Tim Gugus Tugas secara kontinu menerapkan disiplin prokes pada masyarakat. Terutama di tempat keramaian dan bukan hanya fokus pada batasan waktu pukul 21.00 WIB,” paparnya.

Tak hanya beretorika, Sugito pun memberi contoh satu tempat warkop yang tetap buka tanpa memperhatikan prokes. Warkop tersebut, ujarnya, bisa bebas tanpa ada tindakan.

“Ada juga pelaku usaha yang tanpa mengindahkan prokes, contohnya adalah beberapa warkop giras. Banyak sekali pelanggaran yang terjadi di warkop ini, tak hanya pelanggaran jam operasional, tapi juga kerumunan. Malahan warkop ini terkesan bebas dari pengawasan dan penindakan,” pungkasnya.

Jurnalis : Lum-Ndra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!