Lumbung Berita
NEWS TICKER

Jalan Rusak, PR Besar Wonosunyo Menuju Desa Wisata

Minggu, 29 Mei 2022 | 10:30 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Harapan Kadispar Kabupaten Pasuruan Eka Wara Brehaspati saat memberikan sambutan dalam acara Festival Candi Belahan di Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan tampaknya menghadapi PR besar.

Dalam sambutannya pagi tadi (29/05/2022), Eka Wara berharap Desa Wonosunyo menjadi Desa Wisata mengingat potensi besar yang dimiliki desa di kaki gunung Penanggungan tersebut.

Namun harapan itu sepertinya tak mulus. Berbagai PR harus diselesaikan sebelum resmi menjadi Desa Wisata. Salah satunya adalah jalan rusak.

Sudah umum diperbincangkan masyarakat luas, akses menuju Candi Belahan rusak dimana-mana. Ibaratnya sekarang diperbaiki, besok rusak lagi.

Akses utama menuju Candi Belahan sejatinya ada dua: Lewat Desa Jeruk Purut dan Desa Sumbersuko. Dua-duanya rusak. Via Sumbersuko malah lebih parah.

Kerusakan ini tak dipungkiri oleh Eka Wara. Ia mengakui akses menjadi salah satu unsur penting Desa Wisata. Kelayakan akses juga mempengaruhi Bupati menerbitkan SK Desa Wisata.

“Kami berharap Wonosunyo ini masuk Desa Wisata. Desa Wisata ini butuh SK Bupati. Sebelum dapat SK, tentu ada syaratnya. Salah satunya kelayakan akses jalan. Nah, Jalan di sini masih kurang maksimal,” tuturnya.

Baca Juga : klik disini  Begal Rampas Motor Warga Banjarsari - Pandaan

Untuk saat ini, sambungnya, kondisi jalan menuju Candi Belahan perlu pembenahan. Ia menyarankan Pemdes Wonosunyo membuat usulan yang akan diteruskan sampai tingkat kabupaten.

“Usulan perencanaan itu dari bawah. Dari dusun, kemudian desa melalui musrenbangdes. Lalu kecamatan, dan sampai ke kabupaten. Tentu dari awal perlu sinergi dari semua pihak. Insyaallah Pak Bupati sangat perhatian apapun tentang wisata,” jelasnya.

Penjelasan Kadispar ini diamini oleh Kepala Desa Wonosunyo, M. Saleh. Ia menegaskan akses Candi Belahan sebenarnya pernah dibenahi. Pembenahan itu dilakukan pertengahan 2021 lalu dengan skema padat karya tunai.

“Namanya juga jalan menurun, kalau sudah hujan, ya tergerus. Apalagi yang lewat bukan hanya mobil-motor, ada juga truk yang lewat,” bebernya.

Menyikapi saran dari Kadispar, Ia bersama jajarannya akan berkoordinasi dan menyusun usulan. Karena menurutnya, pembenahan jalan Wonosunyo akan lebih maksimal bila pihak-pihak lain turun tangan.

“Kalau hanya dari dana desa, jelas tak maksimal. Masih banyak pos-pos yang perlu pendanaan. Apalagi saat pandemi, jumlah penerima BLT kami bertambah,” ungkapnya.

Baca Juga : klik disini  62 Anak Yatim Kebonwaris Dapat Santunan

Rusaknya jalan juga menjadi sorotan pendukung Festival Candi Belahan, Yayasan Stapa Center. Sebagai pihak yang berkomitmen mengangkat potensi Wonosunyo, Stapa Center menilai akses Candi Belahan perlu dibenahi.

“Kami melihat potensi menjadi dijadikan Desa Wisata di Pasuruan Barat ini ada di Desa Wonosunyo. Sayang kalau ini tidak didukung dengan infrastruktur,” terang Manager Program Stapa Center, J. Lutfi.

Meski mendukung Wonosunyo menjadi Desa Wisata, tapi pihaknya mengungkapkan tak bisa membantu dalam urusan pembangunan fisik. Program Stapa Center, jelas Lutfi, berkomitmen dalam pengembangan sumber daya manusia.

“Kami fokusnya ke pengembangan sumber daya manusia. Jadi kalau untuk pembangunan fisik, saya rasa ada jalan lain selain kami. Seperti lewat Pemda. Saya juga mendengar tempo waktu, jalan di sini pernah di survei. Kami berharap survei itu ada tindak lanjutnya. Agar permasalahan jalan rusak di Wonosunyo segera teratasi,” pungkasnya.

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!