Lumbung Berita
NEWS TICKER

Kakek Asal Pasrepan Digelandang Polisi Usai Jual Bahan Peledak

Selasa, 4 Mei 2021 | 7:55 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Masyarakat yang ingin merayakan lebaran dengan pesta petasan ada baiknya mengurungkan niatnya. Kasus yang menimpa Manan (67) berikut bisa dijadikan pelajaran.

Warga Desa Ampelsari, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan ini ditahan polisi pada Kamis, 29 April 2021, usai kedapatan menjual serbuk bahan peledak di rumahnya.

Manan beserta serbuk bahan peledak miliknya, tadi siang, dibeber dihadapan sejumlah wartawan di Mapolres Pasuruan, Selasa (04/05/2021).

“Kalau di Pasrepan dulu ada dua rumah yang ambruk gara-gara ledakan, ya bahan seperti ini lah yang meledak. Kalau dalam jumlah besar, gedung pun bisa rontok,” ujar Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan.

Data yang diterima awak media, serbuk peledak tersebut seberat 1 kg. Manan mendapatkannya dari penjual sayur keliling. Rencananya serbuk itu akan dijual kembali untuk bahan mercon.

“Ia mendapatkan dengan harga Rp250 ribu perkilo, kemudian akan dijual sebesar Rp300 ribu perkilo,” ujar perwira dengan pangkat dua melati tersebut.

Ia pun dikenai Pasal 1 ayat (1) dan (3) UU darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman penjara paling lama 20 tahun atau seumur hidup.

Baca Juga : klik disini  Senam Aerobic Warnai Donor Darah ILKP Korcam Purwosari.

“Tanpa dengan izin yang resmi jangan memproduksi atau menggunakan bahan-bahan seperti ini,” ujar pria yang akrab disapa Rofiq tersebut.

Sampai saat ini, pengedar serbuk peledak alias si penjual sayur keliling, masih dalam pengejaran polisi.

“Ini masih kita dalami. Karena pelaku kurang kooperatif,” tukas mantan Kapolsek Blimbing Polresta Malang ini.

Kepada masyarakat luas, ia memperingatkan untuk tidak main-main dengan petasan. Terutama saat merayakan Idul Fitri.

“Ini masih menjadi budaya di beberapa tempat tertentu. Saya ingatkan betul bahwa ini adalah sebuah pelanggaran hukum yang jelas diatur dalam undang-undang kita sejak tahun 1951. Tolong masyarakat hindari perayaan Idul Fitri dengan cara menyulut maupun membuat petasan,” paparnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Manan bersikukuh tidak mengenal si penjual sayur keliling. Dirinya mengaku hanya menjalankan titipan si penjual tersebut.

“Orangnya ngaku dari Kluwut. Tapi saya enggak kenal. Rumah orangnya saya enggak tahu. Saya cuma dititipi, disuruh jualkan. Disuruh jual 300 ribu perkilo. Sebelumnya saya juga belum pernah jualan barang seperti ini,” akunya.

Baca Juga : klik disini  Kompak..! Dua Pimpinan Kepolisian Pasuruan Tinjau Korban Erupsi Gunung Semeru

Jurnalis : Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!