Lumbung Berita
NEWS TICKER

Kandang Aviary, Tren Kicaumania Kekinian

Kamis, 11 November 2021 | 1:51 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Kicaumania kini punya cara lain dalam melampiaskan hobinya. Yakni memelihara burung dalam aviary. Sesuai namanya, aviary, aktivitas pelihara burung ini dilakukan di dalam kandang yang besar.

Lumbung Berita mengamati, pelihara burung versi aviary mulai ramai dilakukan kicaumania se- nusantara. Salah satunya adalah Huda, warga Desa Lebak Rejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Ditemui di kediamannya, Huda meletakkan aviary di belakang rumahnya. Kandang tersebut berukuran kurang lebih 4x2x2,5 meter. Berkerangka potongan baja ringan dengan kawat ram sebagai temboknya.

Di dalam kandang, ia beri tanaman perdu, batang-batang pohon, dan gelodok untuk dijadikan rumah bagi burung yang siap bertelur. Ia juga membangun kolam ikan mini dengan dilengkapi kucuran air. Semua dirancang mendekati habitat asli si burung.

Huda menceritakan, awalnya ia membuat kandang besar itu untuk beternak Jalak Suren. Sayangnya, belum sempat menikmati hasil ternakan, ia keburu butuh uang. Tiga pasang indukan Suren tersebut ia jual.

“Awalnya aviary itu disekat menjadi 3 kandang untuk ternak Jalak Suren, tapi karena ada kebutuhan lain yang mendesak, akhirnya saya jual semuanya,” kenangnya.

Baca Juga : klik disini  Soal BLT-DD Desa Toyaning-Rejoso, ini Kata Kades..!

Usai koleksinya terjual, beberapa waktu kemudian ia memutuskan membentuk aviary. Huda mengaku kepincut setelah melihat unggahan beberapa pengguna aviary di media sosial. Ia kemudian melepas tiga sekat pembatas. Jadilah sebuah kandang yang lapang.

“Terinspirasi dari grup aviary di Facebook. Itu yang sekat tiga akhirnya saya loss (lepas),” ungkap karyawan di perusahaan pakan ternak tersebut.

Sekarang, aviary Huda memasuki bulan kesembilan. Belum ada tanda-tanda bertelur memang, tapi melihat jenis burung yang dimasukkan, bukan tidak mungkin aviary nya berpotensi menjadi “ATM berjalan”.

“Ini sekarang saya masukan burung Cinenen, Pleci dan Poksay Hongkong (Poho) sepasang. Semoga saja kali ini jodoh dan menetas banyak,” harapnya.

Ya, harapan yang masuk akal dari Huda. Andai Poksay Hongkong nya produktif, satu anakan Poho bisa dihargai 1,5-2 juta rupiah. Kalau dewasa dan gacor, bisa di atas 3 juta rupiah.

“Selain karena hobi, sebetulnya saya bikin aviary untuk hiburan. Mengurangi penat sesudah kerja. Tapi kalau bisa mendatangkan materi ya kenapa tidak,” pungkasnya.

Baca Juga : klik disini  Hendrono Laporkan Delapan Pihak ke Pengadilan Negeri Kota Malang

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!