Lumbung Berita
NEWS TICKER

Kasunnya Bermasalah, Kades Sengonagung Purwosari Ambil Sikap

Kamis, 9 Mei 2024 | 3:07 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Dugaan penyalahgunaan jabatan dilakukan oknum Kepala Dusun (Kasun) Buluagung, Sugianto, dengan menahan sertifikat milik Tutik dan beberapa warga, warga Desa Sengonagung, Kecamatan Purwosari.

Adanya dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan Kasun Buluagung mendapat respon dari Kades Sengonagung, H. Atim Salim, dengan mengumpulkan semua yang bersangkutan di Balai Desa Sengonagung untuk bermediasi, Rabu (08/05/2024).

Mediasi di hadiri Kades Sengonagung H. Atim Salim. Kasun Buluagung Sugianto. Ketua PTSL Dayat. Lawyer dari korban (Tutik), Andik Ismawan dan Muhajir. Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Sengonagung, Samsul (Adik Kasun) dan lainnya.

Dalam keterangannya, Kades Sengonagung memohon maaf atas kesalahan perangkat desa khususnya Kasun Buluagung.

“Kami kumpulkan semua yang bersangkutan untuk mencari solusi terkait sertifikat Bu Tutik,” kata H. Atim Salim.

Alhamdulillah solusi sudah kita dapatkan dan sertifikat milik Tutik sudah kita kembalikan,” jelas Kades Sengonagung.

Mediasi sempat memanas manakala Lawyer dari korban menanyakan perihal sertifikat boleh di ambil kliennya apa tidak.

Tarik ulurpun terjadi antara pihak desa dengan dua Lawyer soal sertifikat boleh di ambil apa tidak. Langkah tegas akhirnya di ambil H. Atim Salim dan Dayat, dengan memperbolehkan sertifikat di ambil yang bersangkutan.

Baca Juga : klik disini 👇  Gudang Kertas Terbakar, Sebagian Pandaan Hujan Abu Tipis

“Saya cuma tanya singkat saja tadi, sertifikat boleh di ambil Bu Tutik apa tidak. Alhamdulillah sertifikat boleh di ambil klien kami,” ucap Muhajir Lawyer dari Tutik (Korban).

Senada dengan Muhajir, Andik Ismawan mengungkapkan agar Pemerintah Desa Sengonagung berbenah dengan adanya keteledoran Kasun seperti ini.

“Buat pelajaran bagi pemerintah desa desa, jangan lagi ada penyalahgunaan jabatan, berikan hak milik warga dan sisa sertifikat (10 sertifikat) yang disimpan Kasun agar segera di kembalikan,” ungkap mantan wartawan senior pasuruan.

Sementara itu Kasun Buluagung, Sugianto, mengungkapkan kalau sertifikat Tutik di gagalkan karena ada sengketa keluarga.

“Di gagalkan karena sengketa keluarga akhirnya saya pendeng (pending),” ungkap Kasun Buluagung.

Ternyata, urai Sugianto, sertifikat milik Tutik di curi saudaranya. “Saya tidak tau kalau sertifikat di curi adik saya dan di gadaikan. Ada 10 sertifikat di rumah saya,” urai Sugianto.

Anehnya, dalam mediasi ada sedikit kejanggalan di karenakan “Kalau sertifikat di curi kenapa kasun tidak lapor polisi.?., dan pencuri sertifikat hadir dalam mediasi tapi tidak meminta maaf dan tidak ada pengakuan ia mencuri. Sedangkan Penadah sertifikat tidak hadir dalam mediasi”. Ada apa ya..?.

Baca Juga : klik disini 👇  Maling Motor di Tangkap Unit Reskrim Polsek Sukorejo

Sekedar informasi, sertifikat yang berada di Safak sudah di ambil dengan lebihan dari 50 juta menjadi 60 juta. Sedangkan sertifikat Tutik saat ini sudah di serah terimakan dari desa ke pemilik yakni Tutik (Korban).

Jurnalis : Lum.

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!