Lumbung Berita
NEWS TICKER

Kedele Mahal..! Kado Akhir Tahun dirasa “PAHIT” oleh Pedagang Tempe

Senin, 28 Desember 2020 | 10:30 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Jakarta_Lumbung-berita.com
Kado akhir tahun kali ini dirasa “PAHIT” oleh pedagang tahu tempe se-Indonesia. Kini harga kacang kedele tembus Rp 900 ribu per kuintal. Padahal bulan September lalu kacang kedele masih bertahan Rp. 610 ribu per kuintal.

Dampaknya, produsen tahu tempe yang mayoritas produsen gurem, menderita kerugian per harinya 150 – 200 ribu per kuintal.

Suparman (50th), produsen tahu tempe KOPTI Jakarta Barat mengatakan, kalau situasi saat ini tidak terkendali soal harga kacang kedele.

Menurutnya, dalam tiga bulan terakhir produsen tahu tempe menjadi tambah sulit hidupnya.

“Bahkan, ribuan anggota KOPTI Jakarta Barat sudah tidak lagi mampu membayar cicilan KUR yang diberikan BRI maupun BNI,” Ungkapnya.

Biaya produksi mengolah 100 kg kacang kedele menghasilkan 15 kranjang tempe. Total biayanya mencapai 1,4 juta. Dengan harga tempe di pasar saat ini Rp. 4500 per 500 gram, maka produsen hanya mendapatkan 1,3 juta.

“Jika biaya lapak dan tenaga kerja dimasukkan, maka perlu tambahan 50 – 100 rb lagi. Jadi kami selalu penjual tempe rugi per hari antara 150 – 200 ribu.” Jelasnya.

Baca Juga : klik disini  RPH Wonorejo Disebut Sering Tutup, Begini Tanggapan Kadis Peternakan

Menurut catatan, anggota KOPTI DKI JAKARTA mencapai 6000 lebih anggota. Jika merata mereka memproduksi 15 kranjang tempe, total kerugian yang ditanggung produsen 27 milyar per bulan.

“Itu kalkulasi produksi minimal loh mas. Pahit pokoknya mas,” Ujarnya. Senin (28/12/20).

Suparman berharap, Pemerintah Pusat maupun Daerah harus segera kembali melakukan kebijakan, menstabilkan harga kacang kedele yang sangat mencekik pedagang kecil.

Jika tidak, akan ada kantong kemiskinan baru di Jakarta disituasi Pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Saya berharap Bapak Presiden RI Ir. H. Joko Widodo mendengar keluhan kami. Bahkan suatu saat kami juga ingin menagih janji beliau, yang akan merevitalisasi Kawasan Pemukiman dan Produksi Tahu Tempe di lahan milik KOPTI di Semanan Jakarta Barat, menjadi Kawasan Pemukiman dan Produksi Tahu Tempe yang higienis dan ter standarisasi,” Harapnya.

Kami sempat sampaikan langsung kepada beliau saat kami tergabung di rumah relawan pemenangan Bravo 5, dan Insya Allah beliau adalah sosok Negarawan yang amanah,” Tutup Suparman.

Baca Juga : klik disini  Ujian perangkat Desa Toyaning Berjalan Khidmad dan Transparan

Jurnalis : Ar-Ulum.

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!