Lumbung Berita
NEWS TICKER

Kerap Memakan Korban, Warga Gempol Gelar Aksi Prihatin di Bundaran Apollo

Selasa, 23 Januari 2024 | 4:37 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-Berita.com
Kondisi gelap dan maraknya parkir liar di bundaran Apollo, Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan membuat warga Gempol melakukan aksi prihatin.

Aksi yang berlangsung pada Senin malam (22/1/2024) ini ditandai dengan membakar obor dan menaburkan bunga di salah satu sisi bundaran apollo.

Menurut koordinator aksi, Anjar Supriyanto, aksi tersebut merupakan puncak keresahan warga. Sudah tak terhitung kejadian laka lantas di apollo akibat minim penerangan dan parkir liar.

“Tujuan aksi ini biar ada perhatian dari pihak terkait, seperti Dishub, Kepolisian, maupun Pemda. Karena di area Apollo sudah terlalu banyak korban laka lantas. Baik itu luka-luka maupun meninggal,” tuturnya.

Menurut Anjar, minimnya penerangan jalan membuat pengendara tak mengetahui adanya median jalan. Biasanya terjadi pada pengendara dari arah Surabaya. Pengendara yang tak hafal medan, biasanya bablas lurus tanpa melewati bundaran apollo. Akibatnya pengendara menabrak median jalan.

“Beberap hari yang lalu sudah ada korban meninggal dunia gara-gara menabrak median jalan. Itu yang terdata. Kalau yang tak terdata, banyak sekali. Yang sekadar menyerempet median jalan,” paparnya.

Baca Juga : klik disini 👇  Lika-Liku Sampah di Randupitu (1): Dari Pempes Terwujudlah Penghargaan

Yang tak kalah membuat prihatin adalah parkir liar. Bundaran apollo seolah tempat favorit memarkir truk-truk besar. Sering diimbau dan ditindak polisi, tapi sopir-sopir tampaknya bebal. Polisi hilang, truk kembali parkir.

“Polisi sudah bertindak sesuai tupoksinya. Sekarang tinggal menunggu action Dishub. Kapan kiranya memasang rambu larangan parkir,” tegasnya.

Sementara itu, dihubungi lewat pesan media daring Selasa pagi (23/1/2024), Kadishub Kabupaten Pasuruan Agus Hari Wibawa menerangkan sudah pernah memasang rambu larangan parkir. Bahkan sudah tiga kali dipasang.

“Rambu larangan parkir sudah pernah kami pasang tiga kali. Tapi semuanya hilang,” ungkapnya.

Untuk penerangan jalan, pihaknya sudah mengusulkan tambahan PJU ke Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XI Jatim. Namun, ia tidak bisa memastikan kapan realisasi PJU tersebut.

“Sudah saya usulkan tambahan penerangan ke BPTD Jatim,” pungkas pria berdomisili di Gempol tersebut.

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!