Lumbung Berita
NEWS TICKER

Ketua DAS Wrati Angkat Bicara soal Endapan Sungai Wrati

Minggu, 7 Februari 2021 | 3:52 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

Ketua DAS Wrati Angkat Bicara soal Endapan Sungai Wrati

Pasuruan_Lumbung-berita.com

Sungai Wrati yang berada di Desa Kedungringin Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan, semakin hari kian tak menentu akibat endapan hingga bisa dibuat bersepeda oleh warga, Sabtu (06/02/21).

Melihat kejanggalan sungai Wrati sedemikian rupa membuat Forum DAS Wrati bersama warga, melakukan kerja bakti secara manual.

Baca Juga : klik disini  Keluarga dan Warga Lumbang Demo PN, Tuntut Keadilan Kasus Predator Anak

Kepala Desa Kedungringin, Rizky Wahyuni, merasa prihatin melihat fenomena endapan yang tak henti-henti dari sungai Wrati.

“Endapan itu membuat banyak tumbuh-tumbuhan hidup dan terlihat kotor, dan ini berlangsung lama,” Ucap wanita berhijab ke awak media.

Rizky Wahyuni berharap, agar pihak terkait segera melakukan upaya, agar desanya tidak selalu dan selalu banjir akibat luapan Sungai Wrati.

“Warga selalu was-was manakala musim hujan tiba. Apalagi saat ini musim penghujan,” Tambah Kades Kedungringin.

Dari lokasi Sungai Wrati terlihat banyak ditumbuhi tumbu-tumbuhan, antara lain pisang, pepaya, eceng gondok, rumput dan tanaman liar.

Mirisnya, akibat endapan tersebut bisa dilewati orang, bahkan bisa dibuat untuk gowes alias bersepeda.

Sementara itu ketua Forum DAS Wrati, Henry Sulfianto atau yang biasa disapa Cak Londo, menyampaikan kalau warga bersepeda ditengah endapan merupakan bentuk rasa kekecewaan dan kekesalan warga.

“Kami duga endapan ini akibat limbah dari sejumlah pabrik yang tidak terkontrol. Tumbuhnya tanaman liar subur semacam eceng gondok dan lainnya, lantaran limbah cair yang mengalir di sungai ini, selain adanya sampah,” Ungkap Cak Londo.

Keberadaan Sungai Wrati yang membelah wilayah Kecamatan Beji, kian hari keadaanya semakin tak menentu.

Badan sungai yang berada di Dusun Kedungringin Tengah, atau tepatnya di sebelah barat jembatan penghubung Dusun Kedungringin Tengah dan Kedungringin Utara, selebar lebih dari 15meter tertutup endapan setebal lebih dari 50cm dan sepanjang hampir 1 kilometer.

Menurut Cak Londo, jika kondisional yang sangat komplek ini dibiarkan tanpa ada penanganan yang serius, maka lama kelamaan Desa Kedungringin akan tenggelam dan hanya tinggal petanya saja.

“Pemerintah harus hadir dalam permasalahan yang telah puluhan tahun terjadi, upaya konkrit dari semua elemen sangat diperlukan,” Jelas pria berkulit putih.

Baca Juga : klik disini  Diduga Depresi Nenek Sebatang Kara Gantung Diri

Perlu diketahui, saat ini masih ada polemik atas proyek pipa saluran limbah lima perusahaan, yakni PT. Mega Marine Pride, PT.Baramuda Bahari, PT. UJK, PT.Marine Cipta Agung dan PT.Wonokoyo Jaya Corporation (unit RPA) yang sedianya akan dibuang ke Sungai Wrati.

“Otomatis hal itu akan semakin memperburuk kondisi sungai wrati itu sendiri, dan warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai,” Tutup Cak Londo.

Jurnalis : Yo-Lum.

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!