Lumbung Berita
NEWS TICKER

Korban Dugaan Perdagangan Manusia di Prigen Ditolong Agus Suyanto

Jumat, 19 Mei 2023 | 6:21 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

 

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Tertolongnya dua perempuan korban dugaan perdagangan manusia tak luput dari peran Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Agus Suyanto dan Wakil Ketua LPA Kabupaten Pasuruan, Moh. Daniel Effendi.

Dua hari lalu (18/5/2023) kedua orang ini kompak membantu korban keluar dari jurang kenistaan. Korban yang berinisial Wn (28) dan Nr (18) ini sejatinya hendak dijadikan pekerja seks komersial (PSK).

Mereka dibawa ke Wisma di Gang Sono, Prigen untuk menjadi pemandu lagu sekaligus pemuas birahi. Padahal, kedua perempuan ini berniat menjadi pemandu lagu profesional.

Kepada Lumbung Berita, Politisi dari PKB ini menceritakan, dirinya mendapat telpon dari salah satu warga Prigen.

Warga itu memberikan informasi adanya perempuan yang tak bisa pulang dari Wisma. Alasannya, karena mereka belum mampu melunasi biaya kepada pemilik Wisma.

Informasinya, Mami pemilik wisma menganggap Wn mempunyai tanggungan sebesar Rp7 juta. Sementara Nr harus melunasi Rp5,9 juta.

“Saya langsung bergerak ke lokasi. Sebagai wakil rakyat, saya harus datang langsung dan mendengar keluhan warga,” ujarnya.

Baca Juga : klik disini 👇  Urusan Perut, Ratusan LC bersama NGO Datangi DPRD Kabupaten Pasuruan

Agus bersama Daniel pun berusaha membebaskan kedua korban. Caranya, lewat jalur diplomasi dan melaporkan ke aparat setempat.

Usaha ini membuahkan hasil, meski harus melewati sedikit “chaos”. Kedua korban akhirnya bisa keluar dari Wisma tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun.

Wn dan Nr selanjutnya diamankan di LPA Kabupaten Pasuruan. Selama di tempat baru ini, kebutuhan keduanya ditanggung oleh Daniel dan Agus.

“Sepenilaian saya, kejadian ini sepertinya sudah tersistematis dan masif. Ini masuk dalam sindikat human trafficking. Sangat mengkhawatirkan,” tutur Agus.

Bapak tiga anak ini menjamin tak akan tinggal diam. Sebab, kasus perdagangan manusia di Prigen bukan kali ini saja.

“Ini bukan yang pertama. Tentunya bakal menjadi perhatian serius. Teknisnya seperti apa, tunggu kami berkoordinasi dengan berbagai pihak,” jelasnya.

Untuk langkah awal, ia mendorong kedua korban melaporkan kejadian ini ke aparat penegak hukum (APH). Minimal agar ada efek jera bagi pelaku-pelaku yang diduga terlibat.

“Sudah saya kasi pemahaman. Insyaallah mereka akan melaporkan ke Polres Pasuruan. Kalau tidak ada uzur, mungkin besok berangkat laporan,” ungkapnya.

Baca Juga : klik disini 👇  Pihak RSUD Grati Tepis Melakukan "Malpraktek" Atas Meninggalnya Balita 1 Tahun

Sedangkan langkah berikutnya, pria berdomisili di Prigen itu akan mempersiapkan kepulangan mereka ke daerah asal masing-masing.

“Harapan saya mereka bisa segera pulang. Tentunya kami juga berharap sesampai di sana Pemda setempat menjemput dan menaruh perhatian pada korban,” tuturnya.

Sementara itu, ditemui di Pandaan, Wakil Ketua LPA Kabupaten Pasuruan Moh. Daniel Effendi mengaku siap mendampingi kedua korban.

Mulai dari tempat tinggal sementara, kebutuhan pokok, sampai upaya pelaporan ke APH, Daniel memastikan akan memenuhi secara maksimal.

“Korban sekarang maunya bikin laporan. Ya kami siap mengawal. Yang jelas, selama mereka belum pulang, LPA akan berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya,” tutup Daniel.

Jurnalis: Din

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!