Lumbung Berita
NEWS TICKER

Kunjungi Makam W.R. Supratman, Ki Bagong Ingatkan “Indonesia Raya” Tiga Stanza

Kamis, 9 Maret 2023 | 8:18 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Surabaya_Lumbung-berita.com
Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Jatim memperingati Hari Musik Nasional dengan mengunjungi makam Pahlawan W.R. Supratman di Surabaya, Kamis (9/3/2023).

Dalam catatan awak media, kunjungan FPK Jatim ini merupakan kegiatan sejak 2014. Setiap setahun sekali, FPK rutin mengunjungi makam W.R. Supratman sebagai bentuk penghormatan kepada pencipta lagu Indonesia Raya tersebut.

Pantauan Lumbung Berita, begitu sampai lokasi, rombongan FPK Jatim turut mengikuti berbagai seremonial. Mereka bergabung dengan Pemkot Surabaya.

Seluruh anggota FPK Jatim secara bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam 3 stanza. Lagu kebangsaan ini dipimpin langsung oleh Walikota Surabaya, Eri Cahyadi.

Secara khusus, Ketua FPK Jatim, Ki Bagong Sabdo Sinukarto kembali mengingatkan pemerintah untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam 3 stanza.

Ia meminta pemerintah harus menerapkan 3 stanza tersebut di dalam acara-acara kenegaraan. Baik dalam skala nasional maupun kecamatan.

“Jadi jangan cuma setahun sekali, seperti perayaan hari ini, tetapi harus dinyanyikan dalam acara kenegaraan lainnya. Karena itu sudah ada dalam Peraturan Pemerintah nomor 44/1958,” terangnya.

Baca Juga : klik disini 👇  Gegara Emosi, Ayah di Pandaan Tembak Anak Tiri

Usai menyanyikan Indonesia Raya, rombongan kemudian bergerak ke makam W.R. Supratman. Selama di makam, FPK mengadakan tahlil, doa, dan tabur bunga.

Aktivitas seniman-budayawan ini cukup mengundang perhatian peserta lainnya. Tak sedikit yang mengabadikan lewat ponsel mereka.

Ki Bagong melanjutkan, spirit W.R. Supratman layak dijadikan acuan para seniman-budayawan masa kini. Pahlawan Nasional kelahiran Purworejo itu tak mengenal pamrih dalam berkarya.

“Beliau menciptakan Indonesia Raya murni panggilan hati, bukan pesanan pihak manapun. Ini yang harus dicontoh. Seniman-budayawan hendaknya tetap berkarya meski tidak ada pesanan (bayaran), karena berkarya itu panggilan jiwa,” bebernya.

Di akhir acara, tak lupa Ki Bagong mengajak kepada seluruh pencipta lagu dan seniman musik untuk membuat karya yang artistika dan estetika dengan tanpa meninggalkan etika.

“Pencipta lagu di era sekarang ini harusnya memakai etika, estetika, dan artistika. Jadi tidak hanya memenuhi keinginan pasar, tapi juga mengedepankan etika,” tutupnya.

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!