Lumbung Berita
NEWS TICKER

Lakukan Cessie Tanpa Izin, Bank UOB Malang Digugat

Minggu, 15 November 2020 | 4:35 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Malang_Lumbung-berita.com
Pengusaha properti, Hendrono Tjipto Utomo menggugat Bank UOB Kota Malang, Rabu (11/11/2020). Perkaranya, Bank UOB telah mengalihkan piutang (Cessie) kepada pihak lain tanpa sepengetahuan Hendrono.

Informasi yang diterima Lumbung Berita, gugatan ini bermula saat Hendrono mengalami krisis finansial pada periode 2018 lalu.

“Memang saya pada tahun 2018 lalu punya utang ke Bank UOB sebesar 9 miliar. Saya akui saya tidak mampu membayarnya,” ujarnya.

Meski tak mampu membayar, Hendrono mengaku tetap mengusahakan melunasi kewajibannya. Caranya dengan meminta surat izin menjual aset yang ia jaminkan.

Sebagai informasi, dirinya memberikan jaminan sebidang tanah beserta bangunan berupa SHM no.11 dengan luas tanah 997 meter persegi.

“Di bulan Juni, Juli dan Agustus 2018, saya sudah tidak bisa membayar dan saya ke Bank UOB untuk minta surat izin menjual rumah saya. Namun, tidak diberikan sama Bank UOB,” ungkapnya.

Padahal, sepengakuan Hendrono, dirinya menjadi debitur Bank UOB bukan kemarin sore. Alias sudah bertahun-tahun. Selama itu pula, ia tak pernah menunggak angsuran.

Baca Juga : klik disini  Sertijab : Ghony Gantikan Nur Kholis sebagai Camat Gempol

“Saya sudah menjadi nasabah Bank UOB Kota Malang 14 tahun dan tidak pernah menunggak angsuran,” terangnya.

Namun, kelancaran angsuran selama satu dekade lebih itu, rupanya bukan jaminan namanya mendapat keringanan pembayaran. Justru sebaliknya, ia kaget ketika piutangnya dialihkan ke orang lain tanpa izin dan sepengetahuannya.

“Saya kaget. Tiba-tiba piutang saya dialihkan dari Bank UOB ke orang lain. Saya pun harus membayar ke orang tersebut. Padahal sebelumnya tidak ada perjanjian dan pemberitahuan sama sekali,” tukasnya.

Belum cukup kekagetannya, Hendrono kembali terperanjat ketika mengetahui pihak Bank UOB melelang rumahnya dengan harga murah. Padahal sepenaksirannya, asetnya memiliki nilai 20 milyar.

“Proses pelelangan ini juga saya tidak diberitahu. Saya kaget sertifikat rumah saya sudah berganti nama orang lain,” ucapnya.

Atas dasar itu lah, Pria murah senyum ini kemudian menunjuk kuasa hukum Teguh Sarimatua dan Agus Salim untuk menangani kasusnya. Gugatan Perbuatan Melawan Hukum ini pun terdaftar dengan Nomor Perkara 83/Pdt.G/2020/PN Mlg.

Setelah kasusnya sampai ke meja Pengadilan Negeri Malang, kini Hendrono berharap agar aset tersebut dilelang melalui KPKNL Malang sesuai prosedur.

Baca Juga : klik disini  Polsek Lumbang Baksos ke Masyarakat Terdampak Covid-19

“Saya hanya berharap proses lelang harus dijalankan sesuai prosedur dan semoga tidak ada lagi korban praktek kesewenang-wenagan dari pihak Bank UOB,” tukasnya.

Lumbung Berita selanjutnya mencoba mengonfirmasi ke Bank UOB. Namun, awak media harus gigit jari. Tak satu pun keterangan penting yang didapat. Supervisor bernama Monica mengaku tak bisa menjawab karena bukan kewenangannya.

Lumbung Berita kemudian mengontak Kepala Bank UOB Malang, Anie Kusuma via Whatsapp. Sayang, ia pun tak bisa memberikan keterangan dikarenakan sudah menjadi kewenangan pusat.

“Mohon maaf ya, permasalahan ini menjadi kewenangan kantor pusat. Terima kasih,” balasnya singkat.

Jurnalis : Ulum
Penerbit : Redaksi.

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!