Lumbung Berita
NEWS TICKER

Limbah Perusahaan Susu Menjangkiti Warga Wonokoyo Beji

Sabtu, 14 November 2020 | 12:59 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Keluhan terhadap limbah kembali terjadi di Kabupaten Pasuruan. Kali ini derita limbah menimpa warga Dusun Sobo dan Dusun Purwodadi, Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji. Sudah lima bulan terakhir, kandungan air di dua desa tersebut tercemar.

Limbah dari PT Etika Marketing lah yang menjadi pangkal permasalahan. Perusahaan di Randupitu, Kecamatan Gempol itu membuang limbah cairnya melalui saluran air di belakang pabrik.

Menjadi runyam, ketika cairan limbah perusahaan pengolahan susu itu mengalir deras ke sungai yang melewati dua desa tersebut.

Akibatnya, beberapa warga yang memanfaatkan air sungai ikut terkena dampaknya. Seperti dikatakan salah satu warga, Mochamad Syaichul Ibad. Pria yang akrab disapa Ibad ini menyaksikan sendiri petani yang mengalami cedera di kaki.

“Efeknya sangat terasa saat musim tanam. Petani yang menanam padi sampai melepuh kakinya. Keluhannya gatal-gatal,” tuturnya.

Padahal jauh sebelum PT Etika Marketing beroperasi, sambung Ibad, kualitas air sungai tidak pernah mengalami pencemaran.

Tak sampai disitu, sumur warga yang rumahnya paling dekat dengan sungai juga terkena imbasnya. Kualitas air, sebut Ibad, mengalami penurunan. Air menjadi berubah warna dan berbau.

Baca Juga : klik disini  Mediasi Memanas, Dua Warga Rabono Selisih Faham Soal Tanah

“Biasanya warga meminum air dari sumur. Kali ini tidak bisa digunakan lagi karena tercemar. Airnya berubah menguning dan bau,” ungkapnya.

Karena tak tahan lagi, warga kemudian berinisiatif mengambil sampel air dari pipa yang menjulur keluar. Tujuannya mengadukan temuan itu ke pihak terkait.

“Saat mengambil sampel, kami temukan endapan sungai yang menebal. Ketebalannya sampai sekitar 10 cm. Air pun berlendir dan berwarna putih kecoklatan dengan bau menyengat, kecut,” papar Ibad.

Bersama Koordinator LSM Gerakan Pemuda Pemudi Pengamat Hukum (GP3H) Anjar Supriyanto, keluhan tersebut diteruskan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tertanggal 5 November 2020.

“Berdasarkan hasil investigasi dan pengumpulan bukti bukti di lapangan, ditemukan indikasi kuat PT. Etika Marketing diduga telah membuang limbah cair industri dengan kualitas mutu baku yang buruk,” terang Anjar.

Salinan surat yang diterima Lumbung Berita itu berisi sejumlah keluhan warga, lengkap dengan dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh PT Etika Marketing.

Seperti Undang Undang No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Kemudian Perda Kabupaten Pasuruan Nomer 3 Tahun 2012 Tentang Irigasi, dan terakhir Peraturan Bupati Kabupaten Pasuruan No 8 tahun 2015 Tentang izin pembuangan limbah cair ke sumber-sumber air atau badan air di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga : klik disini  Kata "Janco..K TPA dan TPQ Ojok di Korupsi, Golek o Sing Halal Coo..KK" Warnai Demo Format

“Karena secara jelas telah merugikan, meresahkan dan menimbulkan pencemaran sepanjang aliran sungai warga di sekitar perusahaan,” tegas Anjar.

DLH kemudian merespon surat tersebut. Hari ini (13/11/2020), Anjar dan Ibad dimintai keterangan. Dari pertemuan itu, Anjar berharap pihak DLH dapat menindaklanjuti keluhan warga.

Namun, Anjar memastikan, dirinya bersama warga akan lanjut menggugat PT Etika Marketing bila dirasa pihak DLH tidak ada tindakan.

“Kami akan menggugat PT Etika Marketing bilamana DLH tidak menindaklanjuti terkait pencemaran yang dilakukan oleh perusahaan itu,” tegasnya.

Lumbung Berita kemudian mencoba mengonfirmasi ke pihak PT Etika Marketing. Disana awak media diterima oleh salah satu petugas keamanan.

Perempuan yang mengaku bernama Ana tersebut menjelaskan pihak perusahaan belum bisa memberikan keterangan. Penyebabnya, sejumlah personalia sedang rapat dan tidak ada di tempat.

“Maaf, Humasnya sedang tidak ada ditempat. Tapi konfirmasi Bapak akan kami sampaikan atau mungkin bisa datang lain waktu,” tukas perempuan berjilbab tersebut.

Jurnalis : Indra-Adi
Penerbit : Redaksi

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!