Lumbung Berita
NEWS TICKER

Masalah BPD di Sekar Putih Tak Kunjung Usai, AJIB Datangi DPMD

Rabu, 27 Maret 2024 | 6:01 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-Berita.com
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Jaringan Indonesia Bersatu (AJIB) mendatangi Kantor DPMD Kabupaten Pasuruan, Rabu (27/3/2024).

Tujuannya, meminta DPMD segera menyelesaikan permasalahan BPD di Desa Sekar Putih, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan.

Badrus Salam selaku Ketua AJIB menuturkan, pihaknya mendapat aduan dari masyarakat terkait permasalahan BPD yang tidak terselesaikan selama hampir satu tahun.

Ia menjelaskan lebih rinci, warga gerah dengan Ketua BPD Sekar Putih, Muhammad Arif yang sudah mengundurkan diri tetapi masih menerima insentif tiap bulan.

Lebih runyam lagi, tanda tangan insentif Arif dilakukan oleh istrinya sendiri yang berstatus Sekdes Sekar Putih.

Badrus menceritakan, awal mencuat problem ini ketika ada studi banding yang dilakukan Bumdes Sekar Putih ke Bali. Arif terdaftar dalam rombongan ini. Namun, anggota BPD lainnya tak ada satu pun yang ikut.

“Muhammad Arif ikut, tetapi anggota BPD yang lain tidak. Disitulah akhirnya timbul pertanyaan dari anggota yang lain,” ucapnya.

Informasi yang diterima Badrus, Arif beralasan dirinya ikut bukan atas nama BPD. Melainkan sebagai suami dari Umi Kulsum yang menjabat sebagai Sekdes.

Baca Juga : klik disini 👇  FPK Gelar Halal Bihalal, Ki Bagong Berharap Regenerasi Ketua

“Bahkan Arif juga menunjukan surat pengunduran dirinya sebagai BPD. Surat itu juga sudah di serahkan ke desa, dalam hal ini ke Sekdes,” terang Badrus.

Terang saja hal ini membuat gejolak di masyarakat. Pasalnya, Arif diketahui masih menerima insentif sebagai BPD meskipun sudah tidak aktif lagi di Desa. Bahkan insentif ini lancar mengalir sampai 11 bulan.

“Ini kan aneh. Sudah menyerahkan surat pengunduran diri namun masih bisa dapat insentif kurang lebih sampai 11 bulan. Apakah uang negara dari pajak masyarakat ini uang warisan hingga dibuat Bancakan. Analisa kami, andaikan yang mengundurkan diri orang lain apakah insentif ini masih akan diberikan,” tuturnya.

Persoalan ini sempat membuat geger hingga warga menggelar aksi demo di Balai Desa pada Oktober 2023. Dalam demo tersebut, pihak kecamatan menilai kasus ini adalah kelalaian dari Sekdes dan bukan kesalahan.

“Pihak kecamatan seolah membenarkan tindakan Sekdes. Warga juga banyak yang tak puas dengan hasil demo pada Oktober lalu,” ungkapnya.

Baca Juga : klik disini 👇  Logo Ormas Dibakar, DPD GRIB JAYA Jatim Datangi Polres Pasuruan

Atas serangkaian peristiwa yang terjadi, Badrus berharap DPMD bisa segera mempertemukan Kades, Sekdes dan Camat. Pihaknya khawatir persoalan yang berlarut-larut akan memunculkan gelombang aksi demo lanjutan.

Selain itu, Badrus juga meminta segera melaksanakan Pergantian Antar Waktu (PAW) BPD agar sesuai dengan Permendagri no 110 tahun 2016.

“Harusnya segera PAW terhadap BPD yang mengundurkan diri. Saat ini anggota BPD masih 4 orang yang harusnya 5 orang. Menurut kami ini sudah melanggar aturan Permendagri,” tegasnya.

Untuk insentif yang sudah diterima Arif, Badrus menuntut untuk segera dikembalikan ke desa. Agar lebih kondusif, ia mengusulkan pengembalian insentif itu dengan disaksikan warga.

“Sesuai keinginan warga, dana insentif yang sudah diterima Arif, agar segera di kembalikan ke desa yang disaksikan oleh warga. Belum lagi dengan adanya problem ini, sudah empat bulan ada kekosongan RT-RW di Sekar Putih,” paparnya.

Sementara itu, Andarul selaku Kabid DPMD berjanji permasalahan ini akan segera disampaikan kepada Kepala Dinas.

“Keluhan dan masukan dari AJIB akan kami sampaikan kepada Kepala Dinas. Karena saat ini Bapak Kadis sedang ada agenda di luar,” pungkasnya singkat.

Baca Juga : klik disini 👇  FPK Gelar Halal Bihalal, Ki Bagong Berharap Regenerasi Ketua

Jurnalis: Sam

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!