Lumbung Berita
NEWS TICKER

Masuk APBD 2023, Jembatan Jlumbang Wonosari Positif Dibangun

Kamis, 12 Januari 2023 | 7:51 am
Reporter: Indra
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Selain jembatan Ngipik di Sumbersuko, satu lagi jembatan di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan yang positif dikerjakan tahun ini, yaitu jembatan Jlumbang di Desa Wonosari.

Ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, kemarin (12/1/2023), Sekretaris Komisi II Samsul Hidayat, membenarkan kabar baik tersebut.

Politisi dari PKB ini menyatakan pembangunan jembatan Jlumbang sudah diketok palu dalam APBD 2023. Anggarannya mencapai Rp700 juta.

“Insyaallah untuk Jlumbang itu 700 juta. Dianggarkan dari APBD 2023,” tutur pria berkacamata tersebut.

Sama halnya dengan jembatan Ngipik, jembatan ini sejatinya sudah diusulkan ke pemerintah pusat. BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) bahkan sudah turun ke lokasi. Namun, dalam praktiknya, banyak kendala yang dihadapi. Terutama administrasi dan teknis.

“Makanya, Pemkab langsung menganggarkan dua jembatan itu dalam APBD 2023. Karena kalau menunggu pusat, juga belum jelas kapan realisasinya,” ungkapnya.

Melihat vitalnya fungsi jembatan, Samsul berharap adanya percepatan. Minimal pemenang lelang sudah diketahui sebelum lebaran.

“Saya harap ada percepatan. Karena ini vital. Biasanya dilalui karyawan, anak sekolah, dan warga lainnya,” tukasnya.

Baca Juga : klik disini 👇  Populer di Jombang, Seni Sandur Mulai Bangkit dari Tidur

Vitalnya jembatan ini diakui juga oleh Kepala Desa Wonosari, Damanhuri. Pria yang gemar gowes itu mengungkapkan, selama jembatan putus, warga terpaksa memutar sejauh 2 km. Padahal sehari-harinya jembatan ini juga dimanfaatkan anak-anak SD untuk berolahraga di lapangan Dusun Jlumbang.

“Anak-anak SD kalau olahraga di lapangan Jlumbang ya lewat jembatan itu. Kalau ke lapangan Kepulungan kan harus menyeberang jalan raya. Jadi cukup vital fungsinya,” tutupnya.

Informasi yang berhasil Lumbung Berita himpun, jembatan ini ambruk usai diterjang banjir saat 3 Februari 2021 lalu. Banjir yang kelak dikenal dengan sebutan bencana banjir Kepulungan.

Karena telah meluluhlantakan satu perkampungan, merusak 57 rumah di tiga desa, memutus dua jembatan, dan memakan dua korban jiwa.

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!